Menjadi terkenal adalah suatu dambaan bagi seluruh umat manusia. Meski terdengar menyenangkan, percayalah itu semua hanya omong kosong.
Tidak peduli seberapa banyak orang yang mengenalmu, mengagumi mu, bahkan bisa saja menyembahmu belum tentu itu se...
Bunga itu tumbuh menghiasi bangunan arsitektur yang megah dengan cat yang berwarna hijau kombinasi kuning.
Tedapat air mancur yang tak pernah berhenti mengalir. Air mancur itu dilingkari oleh tumbuhan yang beraneka ragam.
Disana berdiri gazebo kokoh yang berada di depan ujung bangunan utama.
Ya, mereka sekarang berada di Pardis Dhyai, tempat para ahli botani dan ilmuwan dari Akademiya berkumpul.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pardis Dhyai.
Perjalanan memakan waktu yang cukup banyak. Mereka sampai disana saat senja hari telah tiba. Jadi, tidak banyak pengunjung yang berada di Pardis Dhyai.
Alhaitham tidak menanggapi Kaveh. Ia hanya menunjuk gazebo yang dimaksud.
"Ukh! Kau!.."
Kaveh hanya bisa pasrah mengikuti Alhaitham.
Ini semua salah rasa ingin tahunya yang tinggi. Hal itu membuat ia berakhir disini bersama orang asing yang tidak jelas asal muasal nya.
Kini, mereka duduk di dalam gazebo dikelilingi oleh pohon yang rindang.
Di dalam gazebo hanya terdapat satu kursi taman yang panjang.
Mereka dengan canggung duduk bersebelahan.
Kaveh merasa grogi karena hanya mereka berdua yang berada di gazebo tersebut.
Maka dari itu, Kaveh lah yang memulai topik pembicaraan lebih dahulu.
"Bagaimana dengan Scara dan Kazuha? Nahida mempercayaiku untuk menjaga mereka."
"...Nahida?"
Alhaitham tertegun ketika Kaveh menyebut nama Nahida.
"Kau ingat dengan Nahida namun tidak denganku?"
"Ha? Apa maksudmu? Dan kenapa kau bisa mengenali Nahida?"
Alhaitham terlihat sedang merenungi sesuatu.
Kaveh melambai-lambaikan tangan nya didepan wajah Alhaitham yang sedang termenung.
"Hei jadi kau ingin memberi tahu ku atau tidak?" Tanya Kaveh yang sangat penasaran.
Alhaitham akhirnya tersadar. Ia lalu berkata,
"Katakan padaku, dimana Tighnari sekarang?"
"Ayo lah jangan mengalihkan pembica-"
Kaveh terhenti mendengar Alhaitham menyebutkan nama Tighnari.
"Eh tunggu dulu- Kau mengenalnya juga?"
Kaveh terbelalak.
Ia mulai berpikir, kenapa Alhaitham bisa mengenal teman-teman terdekatnya? Dan apakah teman-teman nya mengenal Alhaitham juga? Sesungguhnya apa sangkut paut mereka dengan Alhaitham?
Kaveh diserang oleh pertanyaan itu di dalam benaknya secara bertubi-tubi.
Alhaitham memasang wajah serius dan memegang bahu Kaveh.
"Kaveh, jawab pertanyaanku."
"Tidak mau. Penuhi janjimu saat kita berada di Pelabuhan Ormos lebih dahulu."