Hari Istimewa.

815 83 11
                                        

2 tahun kemudian, setelah bencana yang melanda Sumeru Berakhir. Kondisi kota Sumeru kini berangsur-angsur pulih.

"Alhaitham banguun! Hari ini hari spesial penobatanmu sebagai Grand Sage Akademiya! Dan...oh ya! Penobatan kita sebagai pahlawan Sumeru!"

Saat masih mengenyam pendidikan di Akademiya, Kaveh dan Alhaitham adalah teman satu kamar, mereka tinggal di Asrama yang telah disediakan oleh pihak Akademiya. Tidak, lebih tepatnya teman satu kamar tetapi hubungan mereka lebih dari teman. Ya, mereka berpacaran.

Kaveh yang saat itu berumur 21 tahun, 2 tahun lebih tua dari Alhaitham yang masih berumur 19 tahun. Hal itu secara otomatis membuat hubungan mereka Senior dan Junior. Namun, kepintaran Alhaitham yang diluar nalar manusia membuat Akademiya terpukau, itulah mengapa Alhaitham diangkat menjadi The Acting Grand Sage di Akademiya.

*Srak!* Kaveh menggulung tirai jendela, membiarkan cahaya matahari masuk menyilaukan Alhaitham yang masih tertidur lelap.

"Mmhh..."  Bukannya bangun, Alhaitham malah membalikkan tubuhnya agar terhindar dari paparan sinar matahari. Kaveh kesal, ia menggoyang-goyangkan tubuh Alhaitham yang terbaring diatas ranjang.

Kaveh tidak kehabisan akal, ia duduk berlutut mendekatkan wajahnya pada telinga Alhaitham.

"Alhaitham~ bila kamu bangun sekarang, setelah upacara penobatan aku akan memberimu hadiah loh~" dengan nada yang sedikit menggoda.

Rayuan Kaveh ternyata berhasil, Alhaitham beranjak dari kasurnya.
Ia kemudian menggosok-gosok matanya, menarik kerah baju Kaveh, mencium pipi Kaveh.

"Selamat pagi, sayang."

"!!!" Pipi Kaveh merona, Alhaitham berdiri menepuk-nepuk kepala Kaveh lalu berjalan menuju kamar mandi.

"Kaveh, ambilkan handuk milikku." Alhaitham memanggil Kaveh dari dalam kamar mandi. Mendengar itu Kaveh dengan sigap mengambil handuk milik Alhaitham yang berada di jemuran.

Saat Kaveh ingin memberikannya kepada Alhaitham, pria berambut perak itu menarik Kaveh masuk ke kamar mandi.

Alhaitham memojokkan Kaveh ke dinding, meletakkan tangan kirinya di dinding kamar mandi, sedangkan tangan kanannya mulai melucuti baju Kaveh. Setelah Kaveh telanjang dada, tangan Alhaitham menurun meremas  bokong milik Kaveh.

Alhaitham menekan tubuh Kaveh dengan tubuhnya yang terekspos. Badan milik Alhaitham lebih berotot dibandingkan dengan Seniornya. Alhaitham sering melakukan workout dan berlatih pedang, jadi tidak heran kenapa tubuhnya lebih terbentuk.

"Hait-ahh-! Berhenti menekanku!" Kaveh sebenarnya menyukai pemandangan ini. Tetapi mengingat sebentar lagi upacara penobatan akan segera dimulai, ia mencoba memberontak.

"Kamu tidak keberatan kan mandi untuk yang kedua kalinya?"

Alhaitham menciumi leher Kaveh, menyebabkan pria berambut pirang itu mengeluarkan desahan erotis.

"Hng~ t-tidak mau- ah... Haitham..." Kaveh meletakkan tangannya di dada Alhaitham, mencoba mendorong pria yang lebih besar dan kuat darinya.

Hampir saja adegan panas di kamar mandi akan terjadi, tiba-tiba...

*Brak!* Seseorang menendang pintu kamar asrama mereka dengan keras.

"Kalian kenapa lama sekali?! Sudah aku panggil-panggil belum keluar juga!" Seorang wanita baru saja menendang memaksa masuk kamar asrama mereka.
Namanya adalah Dehya, anggota Eremites dari padang pasir. Dehya memiliki rambut berwarna hitam kecoklatan yang panjang. Karena ia berasal dari padang pasir alias rakyat Raja Deshret, Dehya memiliki kulit yang eksotis.

Sol y Luna [HaiKaveh]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang