Warning: Chapter NSFW. Dimohon untuk bijak dalam membaca.
Pintu kamar asrama mereka ditutup rapat-rapat, Alhaitham mengunci pintu itu dengan cepat. Alhaitham yang tidak sabaran mendorong Kaveh ke dinding, menciumi nya dengan penuh energi, walaupun seharian telah melalui hari yang melelahkan.
"Alhai-umhh-! Tu-tunggu dulu...Aku mau mandi-!"
"Aku tidak bisa bersabar untuk menunggu lagi. Perjalanan dari Pardis Dhyai ke Akademiya memakan waktu yang lama, Kaveh. Tolong mengerti perasaanku."
Mendengar itu, Kaveh sudah pasrah akan keadaan. Tangan Alhaitham menyelip masuk ke dalam kemeja Kaveh. Tangannya yang berurat begitu seksi, dengan jari-jari panjang milik Alhaitham, setiap inci kulit kaveh diraba olehnya.
"Ah...Alhayi~ kau ini nakal sekali..."
Erangan Kaveh membuat dirinya mencapai batas rangsangannya, dia sudah tidak bisa menahan lagi.
Alhaitham sedikit membungkuk, memegang pinggang kaveh, menaruh tubuhnya yang tak berdaya itu diatas bahu kanan pria yang sudah kelaparan ingin hasrat seksualnya segera dipenuhi.
Ia menggenggam pinggang Kaveh yang berada di atas bahu kanannya. Dibawanya Kaveh ke kamar untuk melanjutkan hasrat penuh gairah ini. Dibaringkannya Kaveh diatas kasur, bersiap seperti predator ganas yang tak sabar ingin menyantap mangsa hasil buruannya.
"Indah sekali..."
Alhaitham menyentuh bibir Kaveh dengan jarinya.
Wajah mereka memerah seperti tomat.
Alhaitham menatap Kaveh ke bawah, kekasihnya begitu cantik, terbaring lemas di atas kasur. Ia menempelkan tubuhnya, diciumnya bibir Kaveh dengan lama, beradu mulut dan lidah yang saling mendominasi satu sama lain.
Terengah-engah setelah melepaskan ciuman, napas hangat mereka menyatu membuat uap hangat di udara.
"Berapapun ronde yang ku mau?" Alhaitham memastikan.
"Ya, berapapun itu. Aku tidak akan menghentikanmu."
Alhaitham menyeringai, mulai melepaskan celana yang Kaveh kenakan, ia juga mulai membuka resletting celana miliknya sendiri, membuka bajunya lalu melemparnya ke sudut ruangan.
Otot dadanya terekspos, Perutnya memang berotot, tapi tidak berlebihan. Mereka didefinisikan, namun tetap lembut dan lentur.
Saat Alhaitham bergerak, otot perut mereka melentur dan ikut bergerak, memberi tubuh mereka rasa keanggunan dan kekuatan.
Perut Alhaitham adalah keindahan, representasi dari kekuatan dan hasrat batin mereka, keseimbangan sempurna antara estetika dan fungsi.
Aset berharga milik Alhaitham ini yang menjadikan ia terlihat gagah rupawan.
Tangannya menyalip ke celana dalam Kaveh, ia memasukkan 2 jari miliknya ke dalam lubang sang kekasih. Erangan erotis Kaveh mulai terdengar secara jelas setelah Alhaitham semakin masuk lebih dalam. Kehangatan lubang Kaveh menyelimuti jarinya itu.
"A-aku tidak mau jarimu, aku mau lebih dari ini..."
Alhaitham membalas,
"Melakukan foreplay sebelum penetrasi itu penting, aku tidak mau kau terluka."
Ini adalah pertama kalinya mereka melakukan hubungan seksual selama bertahun-tahun menjalin cinta. Merasakan tubuh satu sama lain adalah salah satu cara untuk mendekatkan hubungan antara pasangan.
"Tidak mau! Aku akan baik-baik saja! Aku mau dirimu, Alhaitham." Kaveh membantah.
"Ha...kau ini selalu saja gegabah, baiklah kalau itu maumu." Pria bersurai abu itu meletakkan kaki Kaveh di pundaknya.
Alhaitham mengeluarkan jarinya dari lubang Kaveh, sebagai gantinya ia perlahan mulai memasukkan miliknya. Walaupun Kaveh adalah senior Alhaitham, tetapi milik Alhaitham justru 2 kali lipat lebih besar dari miliknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sol y Luna [HaiKaveh]
RomantikMenjadi terkenal adalah suatu dambaan bagi seluruh umat manusia. Meski terdengar menyenangkan, percayalah itu semua hanya omong kosong. Tidak peduli seberapa banyak orang yang mengenalmu, mengagumi mu, bahkan bisa saja menyembahmu belum tentu itu se...
![Sol y Luna [HaiKaveh]](https://img.wattpad.com/cover/338348116-64-k794317.jpg)