BAB 2 [9]

324 35 13
                                        

[KUIL]
.
BAGIAN 1


Bluze dan Fred sedang mengobrol dengan salah satu warga yang mereka temui. Semenjak hujan kemarin melanda, tiba-tiba saja mobil Fred tidak bisa menyala. Begitu juga dengan kekuatan Bluze yang belum pulih

"Ah... Jadi kalian ini datang dari kota ya. " wanita yang menggendong anak ditangannya menatap Fred

"Benar nona. Apa ada bengkel disini? " Fred tidak mau terjebak di desa ini. Karena sudah seharian mereka terjebak, dan juga Bluze pasti panik meninggalkan anaknya sendiri

"Bengkel.... Jika ingin ke bengkel jaraknya 200 meter dari sini, disini juga jaringan sangat sulit didapat karena ditengah hutan. Jika kalian berjalan dari hari ini mungkin akan sampai esok hari "

Fred mendesah lelah mendengar pernyataan sang wanita, 200 meter merupakan jarak yang sangat jauh. Belum lagi harus mendorong mobil, jika hanya memanggil orang nya saja. Dia harus berjalan 400 meter dari berangkat dan pulang

"Terimakasih nona "

Wanita itu mengangguk, meninggalkan mereka yang masih terdiam didepan pintu gerbang desa dengan suasana yang cukup dingin. Kabut tebal juga turun dari atas menutupi sebagian besar hutan dan jalan

"Fred... Aku melihat sesuatu "

Fred menatap Bluze yang terus menatap arah hutan. Disana tidak terlihat apapun awalnya, sampai Fred mendekati Bluze dan melihat ada kerlipan cahaya seperti lampu lentera yang digantungkan

"Ada cahaya... Apa ada penghuninya? "

Bluze diam, tanpa persiapan apapun dia langsung menghampiri arah cahaya itu berada. Yang mana membuat Fred panik dan segera mengikutinya, dia tidak mau ditinggal karena takut temannya akan terluka atau lebih parah

Menyusuri hutan rindang dengan kabut dan rumput yang hampir menutupi jalan. Bluze semakin yakin kalau ada bangunan disana ataupun ada seseorang disana, Fred awalnya ingin menghentikan Bluze. Tapi melihat bagaimana Bluze jalan begitu cepat membuatnya harus mengejar Bluze dengan langkah yang lebar, walaupun secara fisik dia lebih tinggi daripada Bluze

Disaat semakin dekat. Kabut mulai memudar, menampilkan satu kuil raksasa dengan lentera api biru menggantung di setiap sudut, cahaya remang-remang membuat suasana semakin sunyi dan juga menyeramkan. Didalam sana, ada siluet patung seseorang yang begitu besar. Melihat bagaimana tingginya kuil tak terawat ini, Bluze yakin kalau tinggi patung itu hampir menyamai tinggi kuil

Disaat Bluze ingin masuk, tangannya di tahan oleh Fred dengan cepat. Yang mana membuatnya limbung dan menabrak dada temannya

"Kau ini, jika masuk tanpa persiapan bisa saja bahaya. Bagaimana kalau kepala mu tiba-tiba menggelinding terpisah dari tubuhmu? " Fred gemas dengan sifat penasaran temannya yang tinggi. Melepaskan genggaman tangannya, Fred melihat ke dalam kuil lebih teliti

"Aku tidak lemah... Ini seperti kuil yang ada di rumah ibu " Bluze ikut mengintip

Didalam sana cahaya tidak mendukung. Hanya ada cahaya rembulan tanpa ada lentera mewah seperti diluar kuil. Bayangan sosok raksasa dengan sayap juga terlihat menjulang begitu tinggi. Hampir menyentuh atap-atap langit kuil

"Kuil tertua itu?... Jika dilihat dari bentuknya memang mirip... Tapi bedanya tidak ada patung di kuil bibi, hanya ada Beacon tua itu "

Reinkarnasi [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang