'Seokjin-ah....'
'Maaf aku tidak mengabarimu seminggu ini'
'Kapan kau datang lagi?'
'Aku membuat aransemen sederhana untuk Epiphany'
'Ini seperti sedang mengerjakan album single hahaha'
'Ahh....kenapa aku harus minta maaf karena tidak mengabarimu hahaha....'
'Kau sehat kan?'
"Jin....kumohon..."
"Tidak Sandeul....aku tidak mau"
"Terapi ini hanya bersifat menunda...tidak akan menyembuhkanmu"
"Aku baik-baik saja Sandeul....hanya lupa minum obat"
"Sekarang aku lemas sekali. Biarkan aku istirahat"
"Kita bahas lagi besok ya...."
Seperti biasa dokter itu hanya menghela napas kecewa.
'Jin? Kau pergi lagi?'
'Aku ke rumahmu barusan'
'Kau tidak ada'
'Jackson mengajakku bertemu minggu depan'
'Apakah aku harus menurutinya?'
'Jin?'
'Seokjin-ah....'
'Setelah dua minggu berlalu Jackson baru mengajak kembali hahaha...'
'Aku bilang tidak mau'
'Perasaanku sudah hilang...'
'Apakah terlalu cepat?'
'Akhirnya kami bertemu tadi siang...'
'Dan benar saja...ketika melihatnya aku tidak merasakan apa-apa'
'Aku jahat tidak ya?'
'Seokjin-ah....'
'Tolong kabari aku...'
'Sudah hampir tiga minggu kau menghilang'
'Kau kemana?'
Namjoon mengacak rambutnya kasar dan melempar ponselnya ke atas meja.
Suara benturan kayu itu membuat para member yang sedang berkumpul menoleh.
"Kenapa Namjoon-ah?" Hoseok menghampirinya.
"T-tidak...." Ia memaksa tersenyum.
"Hyung....kau sudah berada di depan monitor itu selama tiga jam dan tidak ada kemajuan"
Jimin ikut menghampiri dan memijat bahunya.
"Namjoon kehilangan sumber inspirasinya..." Taehyung menyeletuk.
"Ahh.....itu menyebalkan lho..." Yoongi yang sedang membaca mendongakkan kepalanya.
"Kau pernah mengalaminya juga hyung?" Jungkook yang berada di sebelahnya bertanya dengan polos.
"Aniyaaa...bukan kehilangan seseorang maksudku..."
"Kehilangan inspirasi...tiba-tiba isi kepalamu kosong"
"Kau tidak bisa berpikir sekeras apapun kau berusaha"
"Dalam kasus Namjoon....pasti yang ada di pikirannya hanya Seokjin"
"Aku betul kan?" Yoongi menyeringai.
"Betul sekali" Namjoon menunduk dan tertawa pahit.
"Maaf ya aku tidak bisa bekerja dengan baik...."
"Hyung.....kami akan selalu mendukungmu..."
"Tetap semangat ya....."
Jimin memeluk bahunya dari belakang disusul oleh Hoseok, Taehyung dan Jungkook.
Pelukan itu terasa hangat sekali. Seketika nyawanya seperti terkumpul kembali.
Jiwanya yang terasa kosong perlahan mulai terisi.
Dan ia mulai merasa bersemangat.
Walaupun tetap masih terasa kurang.
Namun ia bahagia.
