15 : Missing You

316 31 0
                                        





TOK TOK

Empat pasang mata langsung menengok ke arah suara.

"H-hello...."

"Jin hyung!"
Jimin berlari menghampiri dan menjabat tangannya.

"Jin hyung kemana saja?"
Jungkook turut menghampirinya diikuti oleh Taehyung.

Namjoon yang sedang duduk menghadap monitornya sontak berbalik dan terdiam menatapnya.

Pertemuan tak disangka itu membuatnya senang sekaligus kesal juga kaget.



"Mmmm....ayo kita ke kafetaria"

"Kau bilang kau lapar..."
Jimin mengedipkan sebelah mata diam-diam mengisyaratkan agar mereka bertiga keluar dan meninggalkan para hyungnya.

"Aku belum..."
Sikutan Jungkook mendarat di perut Taehyung ketika ia dengan polosnya tidak menyadari apa yang sedang terjadi.

"Aww...okay..okay....betul juga aku lapar sekali..."

Taehyung tersenyum kaku dan berjalan ke luar, disusul oleh Jimin dan Jungkook.

Seokjin hanya melipat kedua tangannya sambil menunduk menahan tawa melihat kelakuan mereka bertiga.

Namjoon kembali membalikkan badan dan sibuk di depan layar monitornya.


"Namjoon-ah..."
Seokjin melangkah ragu-ragu menghampirinya.

"Hey..."
"Marah ya?"


Namjoon menghela napas. Ia tidak akan pernah bisa marah pada pria itu.

Terlebih ketika ia mendengar suara rendahnya.
Bukan marah yang ia rasakan, tapi rindu. Ia membalikkan lagi badannya.

"Kau kemana Seokjin?"
"Aku mengirim pesan berkali-kali tapi tidak pernah kau balas"

"Aku tahu....maaf..."
"Aku ada urusan mendadak dengan pamanku di desa"

"Apa yang bisa kulakukan untuk menebusnya?" Ia berjongkok di hadapan Namjoon sambil tersenyum lebar.

"Jangan membuatku khawatir....." Namjoon merengek pelan. Bibirnya mengerucut lucu.

"Sebulan aku tidak melihat atau mendengar kabar apa-apa darimu..."

"Aku khawatir...." Ia menjatuhkan kepalanya di bahu lebar itu. Menghela napasnya di ceruk leher jenjang Seokjin.

"Namjoonie.....maaf......." Seokjin berlutut meninggikan tubuhnya agar bisa memeluk pria manja itu dengan baik.

"Kangen~~~" Suara rengekan itu muncul kembali.

"Aku kehilangan sumber inspirasiku"

"Sampai-sampai Jimin khawatir karena berjam-jam aku duduk di depan layar bodoh ini dan tidak menghasilkan apapun"

"Jimin...."
"Jimin yang senang sekali berjabat tangan denganku?"

Namjoon mendengus.

"Iya...Jimin yang entah kenapa senang sekali menjabat tanganmu" Lalu ia tertawa lepas di dalam dekapannya.


"Seokjin...."

"Hmm?"

"Jangan pergi...." Namjoon mengeratkan pelukannya.

"Aku disini sekarang Namjoon-ah..." Ia mengusap lembut kepalanya.


"Bolehkah aku menyayangimu?"

"Bolehkah aku melihatmu setiap hari?"

"Bolehkan aku berkabar tanpa henti jika kita tidak ada waktu untuk bertemu?"

Namjoon melepaskan pelukannya dan menggenggam kedua tangan Seokjin.


"Kau boleh menyayangiku"

"Tapi jangan sampai kau jatuh cinta padaku..."

"Karena suatu saat kita akan kehilangan apa yang kita miliki"

Hello, Not GoodbyeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang