"Jin-ah...."
"Kenalan dokterku mengabariku tadi"
"Lalu?"
"Jin.....please....."
"Tumor itu tidak akan lama lagi berkembang menjadi kanker"
"Kau benar-benar akan membiarkannya?"
"Sandeul.....aku memang tidak tahan dengan sakitnya"
"Aku juga tidak mau kehilangan ingatanku"
"Tidak mau merasa sendirian dan mengulang semua dari nol"
TOK TOK
"Jin....kumohon...."
"Aku mendengarmu Sandeul...."
"Akan kupikirkan lagi okay..."
"Kututup teleponnya ya....ada yang datang"
Seokjin membuka pintu.
Seorang kurir menyerahkan sebuah amplop besar.
Di sudut atasnya terdapat logo perusahaan yang ia kenal.
Kepada Seokjin Kim
Kami ingin mengucapkan selamat atas keberhasilan anda.
Setelah menerima sample rekaman anda, kami memutuskan bahwa anda resmi bergabung dengan agensi kami.
Kami mengundang anda untuk datang wawancara segera setelah anda menerima surat ini.
Selamat bergabung dengan BigH Entertainment!
Surat itu diakhiri dengan tanda tangan dan stempel perusahaan.
•
•
•
"Namjoon!"
Pintu studio itu dibuka tanpa permisi.
"Apa ini?"
Seokjin menyerahkan surat itu dengan kasar. Namjoon yang masih terkejut menatap selembar kertas yang dipegangnya dan membacanya dengan teliti.
"Kau diterima disini?" Ia melebarkan senyumnya.
"Aku mengirimkan rekaman lagumu beberapa bulan yang lalu"
Seokjin menarik napas panjang.
"Ini berarti kau bisa ikut denganku dalam tour kita nanti Seokjin-ah..."
"Kukira kau akan senang...." Senyum Namjoon memudar ketika sadar pria di hadapannya itu marah besar.
"Dengan begitu kau bisa seenaknya menentukan hidupku?!"
"Seokjin-ah...maaf aku lancang"
"Tapi pikirkanlah....ini bisa jadi awal yang baik untuk karirmu"
"Maaf lagi.....selama ini kau bekerja tak tentu"
"Bukankah ini baik untuk masa depanmu?"
"Masa depan ya...." Seokjin tersenyum sinis.
"Hey....."
"Kenapa kau semarah ini?" Namjoon meraih tangannya dan segera ditepis oleh Seokjin.
"Kumohon pikirkanlah..."
"Tidak Namjoon-ah!"
"Aku tidak punya masa depan!"
Suaranya mulai bergetar. Wajahnya berangsur memucat.
"Maksudmu?" Namjoon tersentak dengan pernyataan itu.
"T-tidak apa-apa"
"Aku akan menolaknya..."
Seokjin berbalik dan meninggalkan studio itu. Bertepatan dengan masuknya para member yang berwajah tegang.
"Hyung....kalian kenapa?"
Namjoon menyerahkan surat itu pada mereka.
"Ia menolaknya...entah kenapa"
"Namjoon-ah...."
"Kejar Seokjin" Yoongi menoleh setelah selesai membaca surat itu.
