malam sudah begitu larut ketika mobil hitam Jeongwoo sampai di rumah besarnya.
Begitu menoleh, pria itu tertawa kecil mendapati Haruto tertidur nyenyak dengan posisi meringkuk. Jeongwoo mendekat. berniat mencium bibir kecil didepannya yang sedikit terbuka dan tampak mengundang.
Sekali. Dua kali.
jeongwoo mengecup pelan, takut membangunkan sang istri dari tidur lelapnya. Sayangnya rasa manis dari belahan kenyal itu membuat sang dominan tak dapat menahan diri.
Tangan besarnya terangkat untuk menarik dagu Haruto kebawah hingga bibir merahnya terbuka lebih lebar.
Menjilat bibirnya sendiri, jeongwoo mulai membungkuk hendak meraup kembali bibir itu sebelum suara lemas dari sang empu menghentikan niatnya.
"mas jewoo..?"
Jeongwoo segera melepas tangannya dari dagu haruto dan beralih mengusap pipi lembut si manis. pria itu tersenyum, suara manja haruto ketika bangun tidur itu sangat lucu. Ditambah dengan wajah sayunya benar-benar membuatnya seperti kucing yang ingin dipeluk.
Jeongwoo mengusap helaian rambut Haruto sebelum keluar dari mobil. Membuka pintu disebelah sang istri.
"Ke kamarnya mas gendong aja ya? kasian kamu masih ngantuk gitu"
Haruto hampir mengangguk, namun tak lama berubah merengut ketika mengingat sosok wanita cantik yang mereka temui beberapa saat lalu. Mendadak, rasa kesal kembali muncul hingga membuatnya menepis tangan Jeongwoo yang hendak menggendongnya.
"Sayang, kenapa?"
Kerutan bingung terlihat jelas pada wajah jeongwoo. Terkejut dengan respon haruto yang menampar tangannya, meski tak sakit sama sekali namun tetaplah aneh. Pria itu menyeka rambut yang menutupi wajah sang istri.
"Kamu pusing, hm? ada yang sakit?"
"Gapapa"
Jeongwoo mengangkat alisnya, tampak tak yakin dengan jawaban sang istri. Sebab tidak mungkin haruto bersikap seperti ini jika tidak ada apa-apa.
Namun jeongwoo tak ingin memaksa lebih jauh sekarang sebab malam semakin larut dan istrinya butuh istirahat.
"Yaudah, kita masuk y--"
"Gamau."
Jeongwoo mengangguk, dugaannya benar. Pasti ada sesuatu yang membuat haruto merajuk. Semenjak hamil kesayangannya itu memang sering ngambek tanpa sebab. Dan mungkin malam ini pun sama, karena Jeongwoo tak merasa berbuat salah.
Jika sudah begini, bujukan sekeras apapun tentu tidak akan berhasil untuk meluluhkan si manis. Jeongwoo akhirnya meraih paksa tubuh kecil itu untuk ia gendong. Sedikit kesulitan sebab haruto langsung mengamuk dan menggeliat seperti cacing digendongan koalanya.
Tak sekali dua kali wajah Jeongwoo tergores kuku panjang sang istri. Ia yakin wajahnya kini penuh luka cakar, tolong ingatkan dirinya untuk memotong kuku itu nanti.
"Sayang astaga, tenang hei"
"Turunin haru! Turun! Gamau sama mas Jewoo huaaaaa!!!"
plak!
Karena takut mereka berdua jatuh, Jeongwoo terpaksa menenangkan Haruto dengan cara menampar pantat anak itu.
Pukulannya jelas sangat pelan, namun tetap berhasil membuat si manis itu akhirnya diam di gendongannya. Pria itu membawa haruto menuju ruang tamu dan mendudukkan dirinya disofa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Manis; jeongharu
Genç Kurgu"Mas kok tadi gigit-gigit bibir aku?" "Itu namanya olahraga bibir sayang, bagus buat kesehatan. Makanya kita harus lakuin tiap hari" Bagaimana jadinya jika pria dewasa seperti Jeongwoo harus menikahi seorang remaja polos yang bahkan tidak tau apa i...
