minta anak

34.3K 2.3K 384
                                        

"Yasudah papa tutup, inget loh ya jangan kelamaan ngasih papa cucu. Keburu tua nanti ga kuat gendongnya"

"Iyaa pa, tenang aja" 



Seperti pernikahan pada umumnya, pastilah semua orang tua mengharapkan cucu dari anaknya. Begitupun dengan Jeongwoo, sang ayah sudah tidak terhitung berapa kali menanyakan hal itu.

Tapi mau bagaimana lagi, Haruto masih belum mengerti yang begituan. Jadi tidak mungkinkan Jeongwoo tiba-tiba mengurung si manis dikamar dan menyerangnya begitu saja?

Yang ada Haruto akan menangis kencang dan mungkin menuduhnya sebagai monster pemakan manusia. Jeongwoo harus sabar menunggu sampai istri kecilnya sudah paham.

Jika kalian mengira dia tidak pernah bernafsu, itu salah besar. Sudah tidak terhitung berapa kali dirinya menjadikan Haruto sebagai objek untuknya bermain solo.

Mohon maaf saja, Jeongwoo juga pria dewasa yang pasti bisa horny, terlebih penampilan Haruto dirumah tiap hari sungguh membagongkan.

Si manis selalu mengenakan hoodie kebesaran yang menenggelamkan seluruh tubuhnya. Lalu dipadukan dengan celana super pendek, siapa yang tidak tergoda coba? Katanya sih supaya tidak panas, tapi jadinya malah badan Jeongwoo yang panas.

Haruto itu cantik. Sangat. Jeongwoo yang dulunya masih sering melirik wanita-wanita diklub malam kini jadi tidak tertarik lagi. Haruto jauh lebih cantik dari wanita manapun.

Tapi kekurangannya ya itu, polosnya melebihi anak SD. Jeongwoo kadang merasa bersalah karena terus menunda permintaan orang tuanya tentang cucu.

"Gimana ya biar Haruto ngerti? Kalo dijelasin panjang lebar yang ada gue ditinggal molor nanti.."

Tok! Tok!

Ketukan dipintu ruangannya membuat Jeongwoo segera tersadar dari lamunan konyolnya. Ia lupa jika masih berada dikantor.

"Pak, ini ada berkas yang harus anda tanda tangani" seorang wanita berkacamata berjalan memasuki ruangan. Namanya Yuna, salah satu sekretaris dikantornya.

"Oh iya bawa kesini aja"

Yuna mengangguk, lalu menyerahkan beberapa berkas untuk ditanda tangani oleh bosnya itu. Melihat raut wajah sang atasan yang terlihat seperti memendam masalah hidup, ia jadi penasaran.

Maklum jiwa-jiwa keponya memang sulit untuk ditahan. Alias sudah mendarah daging didalam jiwa raga.

"Bapak lagi mikirin sesuatu, ya?"

Jeongwoo menghela napas. Sepertinya bercerita sedikit tidak masalah, dia lumayan dekat dengan wanita yang beberapa tahun lebih tua darinya itu.

"Saya lagi mikirin gimana caranya biar bisa punya anak" ujarnya lesu. Yuna meringis, antara bingung dan ingin tertawa sebenarnya.

Tentang pernikahan Jeongwoo dan Haruto sebenarnya tidak banyak yang tau. Tapi karena Yuna telah bertunangan dengan salah satu kerabat Jeongwoo, jadilah dia juga diundang kepernikahan itu.

"Lalu apa masalahnya, pak? Bapak kan udah nikah..?"

"Itu dia masalahnya, Yuna. Istri saya ini bocil, ciuman aja dia gangerti apalagi bikin anak?"

Oke kali ini Yuna tidak bisa lagi menahan, tawanya menyembur begitu saja mendengar keluhan sang atasan. Sementara Jeongwoo mendengus kesal, ayolah dia tengah serius gini malah ditertawakan.

"Gimana ya supaya dia ngerti? Kamu ada solusi atau apa gitu? Buat bantuin saya"

Yuna berdehem sejenak untuk meredakan tawanya. Lalu kemudian dengan semangat wanita itu duduk dikursi yang ada dihadapan Jeongwoo.

Manis; jeongharuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang