"Ternyata Aldrich benar-benar menemuimu sesuai dugaanku?"
August bertanya dari kursinya di seberang meja kaca, berdecak kesal saat James mengangguk. August kesal kelewat jelas atas tindak tanduk Aldrich, menurutnya Aldrich sedang cuci tangan dari semua tuduhan. Perusahaan minyak milik negara itu diduga korupsi sejak masa jabatan ayahnya Aldrich, Marlo Oentoro, sebelum Marlo mengundurkan dari perusahaan untuk fokus pada karir politiknya.
"Kau juga terlibat, August." James mulai bicara. "Kejaksaan segera mendatangimu atas segala kasus perbankan yang disamarkan untuk menghindari pajak."
"James, tuduhanmu sangat buruk." August menatap James, sinis, memicing dari monolid yang runcing dan rendah.
"Bukan aku yang mengatakannya tapi penyidik," ucap James.
"Tidak ada bukti aku terlibat dalam kontrak-kontrak itu, kau menyelidiki sejauh mana?" August mendengus kesal. "Orang-orang itu menginginkan aku lengser dari jabatan, termasuk jabatan ayahmu di perusahaan. Kau tahu, ayahmu berencana menggabung JM Crown dan Gusta Bank?"
"A-apa?"
"Ah, sayang sekali. Kau melewatkan terlalu banyak hal krusial, hanya untuk mengurusi kasus-kasus selebritis yang tidak penting itu. Harusnya kau mulai memikirkan JM Crown dan Parkheur Paradise, karena kedua perusahaan itu jelas-jelas tanggung jawabmu. Niara masih terlalu kecil untuk ikut terseret dalam dunia bisnis yang terlampau kejam ini, adikmu terlalu soft bila harus menanggung apa yang seharusnya menjadi tanggunganmu."
"August, kau tidak perlu buang-buang waktu memikirkan masa depanku."
"Sayangnya, masa depanmu berhubungan dengan masa depanku." August menyeringai samar. "Ketahuilah, tidak selamanya kau membela pihak yang benar."
"Pengacara bukan membela, kami memberikan bantuan hukum."
"Terserah mau menggunakan narasi seperti apa, tapi yang jelas Aldrich yang bermasalah bukan aku. Dia membutuhkan nama baik demi melancarkan ayahnya di pemilihan, semua orang akan berkolusi demi mencapai jabatan tertinggi. Kau pasti tahu maksudku, bukan?" tukas August.
James tidak lantas menanggapi, August meminta mereka bersama-sama menghadapi kasus ini.
"Harusnya kita kerja sama untuk menangkal orang-orang yang ingin kita masuk bui, kecuali kau memang tidak peduli pada JM Crown. Aku punya bukti kecurangan BruteMax yng dimanipulasi, jika kau bersedia bergabung pada JM Crown kuberikan bukti itu padamu."
"Berikan saja langsung ke penyidik."
"Tidak bisa, posisiku akan dinilai mengatur bukti dan saksi. Aku tidak percaya pada siapa pun."
James meneliti August. Pembicaraan berat ini terasa terlalu biasa bagi CEO Bank investasi yang karirnya kerap dilanda kasus, meskipun kasus-kasus itu selalu gagal menjatuhkan sepak terjang August yang cemerlang.
"Kenapa kau sangat yakin padaku?" tanya James.
"Karena kita keluarga, kau lupa kalau sebenarnya kita ini masih—sepupu?"
James menyeringai, sebelum tertawa sumbang.
"Sikap angkuhmu tidak sesuai berprilaku terlalu drama, kau tidak pantas bersikap semanis ini."
August ikut tertawa. "Baiklah, kuperbaiki. Aku kakak tirimu, sekarang status kita lebih baik?"
"Aku tidak suka status itu."
"Aku juga," komentar August, menggeleng dengan wajah tidak minat.
Keduanya sama-sama tertawa, menertawakan lebih tepatnya, status yang disembunyikan dari halayak umum demi menjaga nama baik keluarga. Skandal masa lalu para orangtua yang kelam dan buruk, membuat hubungan August dan James bagai musim salju tak berujung di sepanjang masa remaja.
KAMU SEDANG MEMBACA
DARK MOON
RomanceDark Moon, kisah pengacara hukum bisnis yang sedang mengalami krisis kepercayaan diri dan patah hati, didatangi oleh teman lamanya untuk perkara yang tengah melanda perusahaan minyak milik negara, BruteMax Oil. Pengacara James Adhiwangsa, disewa ole...
