1

2.9K 279 37
                                        


"ANJING!!!"

Pesan dari dokter rumah sakit yang menyatakan hasil visum kliennya, membuat James nyaris melempar ponsel dengan makian keras.

Asisten James yang baru membuka pintu terhenyak, menatap atasannya yang melonggarkan dasi kelewat cepat dan kasar. Dia yang tengah mengapit telepon di antara telinga dan bahu kanan, tampak kelimpungan dengan beberapa kertas yang nyaris jatuh dari tangannya.

"Rumah sakit," kata Kirana sambil menunjuk ponselnya sendiri, menandai kalimat pertama di kertas dengan stabilo hijau, selagi menyelesaikan obrolan di telepon.

"Hasil visumnya negative," ujar Kirana setelah telepon dari dokter selesai, menghenyakkan diri di sofa cokelat tua sambil mendesah panjang.

Klien mereka kali ini seorang perempuan yang mengalami pelecehan, tapi tidak bisa mengingat wajah pelaku. Sementara para terduga memiliki alibi kuat, sehingga menyulitkan penyelidikan.

"Aku semakin ragu dengan kasus ini." James memulai argumen. "Pada malam kejadian Alyssa bertengkar dengan pacarnya, detektif memberikan hasil rekam percakapan satu jam sebelum kejadian."

"Astaga, maksudmu dia merekayasa kasusnya sendiri?"

"Sepertinya kita sedang dikerjai anak kecil yang kesal dengan pacarnya, pura-pura dilecehkan supaya dapat perhatian."

"Jim, jangan sekejam itu juga." Kirana berdiri dari sofa, menatap atasannya lurus-lurus.

"Alyssa tidak sedang mengalami amnesia disosiatif, tidak ada tanda-tanda tertekan apa lagi depresi karena kejadian ekstrim yang dialaminya. Yang dilakukan pelaku nyaris perkosaan bukan sekedar disentuh tanpa izin, sudah semestinya dia mengalami traumatik."

James meraup lembaran kertas daftar barang bukti. Setengah dihentak tepat di depan wajah Kirana, sampai-sampai asistennya itu terhuyung ke belakang.

"Aku harus bicara pada anak itu sebelum kesabaranku habis." Rahang James yang runcing menegang, dia telah melepas dasi dan melemparnya sembarangan ke atas meja kerja.

"Biar aku saja yang menemuinya, kau bisa mengurus kasus yang lain."

"Kita belum dapat pekerjaan baru, Kirana. Aku ke rumah sakit, kau mengurus sesuatu yang kau sukai di sini. Terserah tentang apa, aku tidak peduli."

Kirana hanya bisa menarik napas panjang, berdoa James tidak memaki saat berbicara dengan Alyssa, gadis berusia 20 tahun yang mengaku dilecehkan oleh orang tidak dikenal sepulang dari kelab. Sejak awal James ragu menerima kasus itu, tapi orangtua Alyssa membayar dua kali lipat.

Semenjak James mengubah divisi kasus penghasilannya turun derastis, tidak banyak orang yang mempercayakan kasus kejahatan pada mantan pengacara perceraian selebriti. James dianggap tidak kompeten mengurus kasus rumit semenjak kegagalan kasus Benjamin dua tahun lalu.

Meski awal tahun lalu James bersama dua rekan lainnya, berhasil memenangkan kasus pekerja kebersihan yang dituduh membunuh anak majikannya. Pelaku dikenakan hukuman 15 tahun penjara dan terhindar dari hukuman mati. Pencapaian bagus dikasus pertama tapi publik tetap kecewa, hukuman 15 tahun dirasa masih terlalu berat untuk pelaku yang melindungi diri dari serangan brutal anak-anak majikan.

Kirana tidak paham kenapa James keluar dari zona nyaman. James lulusan hukum spesialisasi kriminal dan bisnis internasional, tapi sejak lulus James tidak pernah mengambil kasus berat kecuali dimasa training. Entah apa yang mendasari James mengubah alur karir. Setelah sukses sebagai pengacara selebriti, secara mendadak James kembali ke jalur awal tapi hasilnya tidak begitu baik.

DARK MOONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang