2

2.4K 276 29
                                        


James berumur tiga puluh tahun dan gagal menikah, setelah lamaran ditolak oleh pacar enam tahunnya. Pernikahan seharusnya dilangsungkan tujuh bulan setelahnya, tetapi calon istrinya memilih mengejar karir dan meninggalkannya. Harusnya dia berusaha memperbaiki keadaan bila memang masih mengharapkan Luna, menunggu dengan sabar sampai Luna siap memakai cincin berlian ungu di jari manis.

Sayangnya, James memilih memenangkan ego, bertahan pada harga diri padahal hal itu tidak bisa dibawa mati. Dia tidak mau mencari tahu perihal hubungan baru Luna dan Dante, meski Luna menjelaskan jika itu hanya intrik yang dibuat oleh management kedua artis selama masa promosi drama yang sedang tayang.

James tahu hal-hal semacam itu lumrah di dunia keartisan, dimana para aktor dan aktris akan berlagak seperti pacar sungguhan selama promo berlangsung demi menarik penggemar. Dia justru balik menantang Luna dengan mengatakan dia akan segera menikah dengan gadis lain.

Seraya mencari tempat parkir yang sangat penuh di area parkiran gedung kantornya, James melirik kardus ukuran sedang di kursi di sebelahnya. Dia telah mengambil barang-barang di apartemen Luna, gadis itu telah mengumpulkannya menjadi satu kardus yang busuk.

Termasuk boneka Labubu ungu yang dia beli, karena Luna penggemar boneka aneh itu. James mengambil boneka yang lebih mirip makhluk jahat ketimbang boneka lucu, membuka jendela lalu dilempar ke tong sampah. Rasanya lega sekali, bisa membuang barang yang tidak dia sukai.

"Ah, finally!" ucap haters Labubu dengan euphoria penuh.

Menemukan parkiran kosong di ujung kanan membuat James menarik napas lega, meski area sangat sempit sampai dia harus berjalan miring saat keluar dari mobil sambil membawa kardus. Suasana hati yang jengkel membuatnya tidak memperhatikan jalan, tersandung kakinya sendiri dan kardusnya jatuh di posisi terbalik.

"Anjing!" makinya kesal, mengumpulkan buku-buku dan dua setel pakaian, airpod couple hitam motif Iron man yang dibeli Luna di ulang tahunnya tahun lalu. Sambil menyibak rambut dengan jari—dia baru sadar rambutnya gondrong, James tergesa-gesa jalan menuju lobi yang berjarak cukup jauh sekarang.

Terdesak waktu janji temu tinggal tujuh menit, James menjeda dirinya misuh-misuh sampai tiba di lobi. Dia menghela napas panjang berkali-kali, selagi menunggu lift, menjeda kesal sebentar lalu memanggil petugas kebersihan yang kebetulan lewat. Dia menawarkan barang-barangnya, dia mengambil dua buku hukum miliknya, sisanya diberikan ke staf itu dengan perasaan lapang.

"Wah, terima kasih, Pengaraca Jim. Barang-barang ini saya terima."

James mengangguk senang, lega sekali bisa lepas dari barang-barang usang yang kalau tidak dibuang akan mempenggaruhi dirinya. Sama seperti perempuan, laki-laki juga bisa patah hati dan gagal move on, James takut sekali dengan fakta mengerikan itu.

James menarik napas lega berulang-ulang, tampak senang sembari kembali fokus ke pekerjaan yang menunggu di lantai atas. Kirana bilang ada klien baru, tapi lagi-lagi kasus perceraian.

Ponselnya bergetar, nomor yang dia kenal menyapa di seberang.

"Halo—?"

"Abang!" lengkingan keras, membuat mata kanan James menyipit. "Di mana, sih? Kenapa tidak pulang berhari-hari, Mama khawatir, tahu!"

"Di apartemen." James menjawab santai, lalu menyapa Kirana yang baru saja terlihat melewati pintu lobi.

"Oh—tapi sehat 'kan? Aku lihat di tivi, takutnya Abang galau lihat Luna punya pacar baru."

DARK MOONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang