Dark Moon, kisah pengacara hukum bisnis yang sedang mengalami krisis kepercayaan diri dan patah hati, didatangi oleh teman lamanya untuk perkara yang tengah melanda perusahaan minyak milik negara, BruteMax Oil.
Pengacara James Adhiwangsa, disewa ole...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🌔🌑🌖
"Jim, jam sembilan meeting dimulai." Kirana muncul depan pintu ruang kerja James, sambil membawa dua cangkir kopi yang masih mengepul. "Aldrich akan datang bersama penyidik kejaksaan, tebak siapa orangnya?"
James mengernyit sambil menerima kopi, menyebut asal satu nama penyidik kejaksaan yang sama-sama mereka kenal.
"Zeha?"
"Iyap, benar. Ternyata kasus yang sedang Zeha urus benar-benar BruteMax, sampai dia jarang pulang. Oh, dunia ini sempit sekali."
James mengangguk samar, seraya menyesap kopinya.
"Sebelum kita membahas pekerjaan aku butuh hiburan, ingin tanya dulu daripada penasaran."
James melirik Kirana, menyadari gaya bicara Kirana benar-benar mirip dgn Zeha, mengingatkan James pada ayah dan Ibunya yang terkadang punya kalimat yang sama. Ternyata kalau menikah dengan orang yang dicinta sangat menyenangkan, lain cerita menikah karena dijodohan seperti dia dengan Sera nanti.
Tunggu, siapa yang mau menikah dengannya?—pikir James, pikirannya teralihkan oleh getar ponsel dan deretan pesan memenuhi layar.
"Penasaran tentang apa?" tanya James, sambil mengamati foto-foto Dante dan Sera yang baru dikirim seseorang ke ponselnya.
"Kau benar-benar serius dengan Sera?" ucap Kirana.
"Tentu saja tidak." James memusatkan pandang ke Kirana, bergeming sebentar lalu menaikkan alis untuk pertanyaan Kirana selanjutnya.
"Kenapa tidak dicoba menjalin hubungan serius, toh dia cantik dan kau sudah memperkenalkan Sera ke publik. Kau bahkan terlihat bersemangat di acara itu, padahal biasa kau cepat bosan."
"Dia bukan tipeku."
"Zeha juga bukan tipemu, tapi kami menikah dan baik-baik saja."
"Berisik," sela James tapi Kirana hanya pura-pura mencibirnya.
"Kupikir tidak masalah juga dicoba dari pada jomblo. Tante Shinta takut sekali kau jadi bujang lapuk, aku juga khawatir sih," tukas Kirana sambil tertawa pelan.
"Sebutkan alasan selain 'bujang lapuk' yang bisa kujadikan alasan menjalin hubungan serius?"
"Ini bukan tentang alasan tapi niat. Kulihat-lihat kalian berempat seperti tukar pasangan, bisa jadi pertemuanmu dengan Sera adalah kunci—" Kirana melihat ekspresi James kelewat serius menatap layar ponsel, seketika dia berhenti menggoda James.
"Kenapa orang ini memotret Dante dan Sera dalam jarak sedekat ini, maksudku foto ini seperti tidak diperbesar tapi memang diambil berhadapan." Jimin memandang foto yg terlihat janggal, lalu memperlihatkan pada Kirana; foto Sera bersama Dante di pinggir pantai diambil di malam hari, gambarnya sangat terang dan jelas.