6

1.6K 222 41
                                        


Hai Geng's 🙌🙌

Cerita ini sedang saya pindahkan ke platform Karyakarsa. Buat yang mau baca cepat, bisa baca berbayar di sana.

Buat yang santai-santai, bisa tetap baca gratis di Wattpad. Dont worry cerita versi ke-2 ini tetap tamat di Wattpad, meskipun sedang saya jual di KK.

Untuk pembaca yang mau dukung saya di Karyakarsa, saya ucapkan banyak terima kasih. Nama akunnya sama, Vanadium Zoe, atau kalian bisa klik link-nya dari profil saya.

Terima kasih
👑 Zoe

================================================================================

Mimpi Sera hari itu dipicu kelelahan paska mendapat penyerangan tidak terduga. Sakit perut di sepanjang tidur, membuahkan memori kelam masa lalu, mengusik alam di bawah sadar sampai Sera terisak-isak dalam kegelapan.

Itu adalah malam hangat awal bulan Oktober, Sera diajak jalan-jalan oleh Dante, menghabiskan libur akhir pekan di pulau Bali sekaligus merayakan hari terakhir Dante syuting film perdana.

Hubungan mereka sedang berada di waktu baik, selama Sera bersama Dante ada masa pria itu bersikap manis selayak pacar yang Sera idam-idamkan. Meski di waktu berbeda, Dante berubah sangat jahat sampai memukul dan memakinya.

Sera tidak tahu yang Dante pikirkan. Pria itu sulit ditebak atau Sera kelewat bodoh mengendus keganjilan atas sikap Dante terhadapnya, terkadang cinta bisa membuat seseorang melepaskan otak dan logika.

Mereka menelusuri pantai pukul 9 malam, permukaan air dijatuhi cahaya bulan tampak seperti tumpahan emas. Dante menggandeng tangannya, sambil bercerita tentang hal buruk selama syuting sebab lawan mainnya diisi oleh aktor-aktor kawakan.

"Kau 'kan sudah sering syuting," kata Sera, tidak paham dengan keluhan Dante.

"Syuting film dan drama itu berbeda," ujar Dante singkat

Keduanya melanjutkan jalan sampai ke ujung pantai, agak jauh dari hotel. Dante berhenti saat melihat sepasang manusia tengah saling bercumbu ditempat umum. Dante buru-buru memutar bahu Sera, menarik gadis itu menjauh, berbalik arah sambil mengumpat.

"Sial, kenapa mereka harus melakukannya di sini?" gumam Dante, tapi berbeda dengan Sera yang terpaku.

"Tunggu!" kata Sera, berbalik ke arah pasangan yang nyaris tiduran di atas pasir pantai beralas permadani.

"A-ayah?" gumam Sera, setelah yakin pria yang sedang bersama perempuan muda itu adalah ayah kandungnya.

Sera melepas genggaman Dante, dia berjalan tergesa menghampiri ayahnya. Dia menghardik bengis atas tindakan tidak pantas yang dilakukan ayah yang selama ini sangat dia hormati.

"Sera, ayah bisa jelaskan," kata Angelo, mengancingkan kemeja yang nyaris terlepas.

"Tidak perlu," jawab Sera, menatap benci pada ayahnya. Dia berpaling ke sosok yang tampak tidak terganggu atas kehadirannya, jemarinya mengerat saat perempuan itu menaikkan dagu.

"Kau—dasar pelacur!"

"Seraphina, jaga kata-katamu!"

Sera kian meradang melihat reaksi ayahnya, bagaimana sang ayah menyembunyikan gadis berengsek itu di balik lengan.

"Ayah, kau tidak ingat dengan ibuku, istrimu?! Bagaimana bisa kau malah bersama pelacur!"

Satu tamparan keras membuat Sera bungkam detik itu juga, dia menatap ayahnya bersama air mata kebencian yang teramat dalam.

DARK MOONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang