9

1.7K 236 48
                                        


"Ehmm... aku sudah siap." Sera berdehem untuk menarik perhatian James yang tengah duduk membelakangi di ruang depan di rumahnya, hari ini mereka akan datang ke acara premier film Dante dan Luna.

Sera mendadak gugup sewaktu James berdiri dan berbalik menghadapnya. Pria itu mengenakan kaos hitam dilapis jas senada tanpa dasi, bikin penampilan James terlihat bersahabat. Rambut James dibiarkan tidak ditata, cuma disisir pakai jari sewaktu James mendekati Sera yang masih kaku di tempatnya berdiri.

"Sudah siap berangkat?" tanya James, melihat Sera masih sibuk menata dress selutut Vivienne Westwood sewarna pastel dengan gelagat tidak nyaman.

"Apa ini cocok?" gumam Sera pada dirinya sendiri, seraya memegangi rambutnya yang dijepit setengah di tengah, mengenakan high heels Christian Loubutin tujuh senti untuk mengimbangi tinggi badan James.

"Bagus." James tersenyum melihat Sera berdandan sesuai harapan, meskipun belum mencapai standar yang biasa James gunakan menilai perempuan.

Di dunia ini, ada tipe wanita tertentu bisa terlihat sangat menarik. Karakteristik utama mereka adalah kecerdasan, cara pandang terang benderang yang mampu memancarkan kecantikan alami dari pahatan wajah cemerlang.

Luna Moreau, boleh jadi ratunya spesies ini. Cantik, pintar, kaya, terpelajar dan berprestasi, tipe ideal untuk pria-pria seperti James. Namun James tidak pungkiri Seraphina masih masuk dalam golongan wanita berparas cantik, kulit sebutih beras, rambut hitam yang halus, bibir kecil yang penuh dan manik mata sehitam jelaga tampak sebening mutiara.

"Menurutmu apa reaksi Dante kalau nanti melihat kita datang berdua? Aku tidak diundang ke acara itu."

"Kita diundang ke sana secara resmi," James menyerahkan undangan merah tua pada Sera, menunjuk nama yang tertera di bagian depan.

Mr. James Adhiwangsa and Partner.

"Mereka berdua mengingatkan aku untuk membawa pasangan karena mereka sudah jadian. Ingat, sekarang kau adalah tunanganku, jadi kita pergi berdua. Sudah jelas?" kata James, lalu mereka berpamitan pada Mishil sebelum pergi.

"Jangan lupa tersenyum selama acara, jangan menjawab kalau tidak diminta. Bersikap sebagai tunanganku yang baik, kau mengerti?" James berkata setelah mereka duduk di mobil.

"Iya, aku tahu." Sera melirik lengan James. "Apa aku juga harus menggandeng tanganmu?"

"Ide bagus," tukasnya, lalu melajukan mobil ke tempat acara.

☘☘☘

Mobil yang James kendarai sudah sampai di gedung Centallio, bioskop terbesar di Ibu Kota yang menjadi tempat untuk premier film-film terkenal. Setelah memakirkan mobil, dia dan Seraphina mengantri di pintu masuk yang penuh dengan tamu undangan dari kalangan selebriti, deretan model, influencer, pengusaha dan tokoh-tokoh penting perfilman, hadir mengenakan setelan dari berbagai merek perancang terkenal, datang silih berganti dengan mobil mewah mereka.

Keduanya menunggu di area khusus tamu VVIP untuk sesi foto. Sera mengedarkan pandangan tetapi dia tidak menemukan Mariane, di antara awak media yang sibuk mengambil gambar dan mengadakan wawancara singkat. Biasanya Mariane selalu mendapat spot di depan, mengambil foto-foto Dante dengan leluasa.

Bukan rahasia lagi, Mariane Salim salah satu fansite yang diakui langsung oleh sang aktor. Sera mencibir fakta itu, mengingat lagi deretan kebodohan yang dia dan Mariane lakukan hanya demi idola keparat macam Dante Virendra.

Sera mendesah panjang seraya menghitung sisa tamu sebelum dia dan James mendapat giliran, tangannya gemetar, rasanya kepingin menghilang dari hiruk pikuk yang membuatnya cemas. Dan kecemasan Sera semakin jadi saat melihat Dante dan Luna muncul dari sisi berlawanan, salah satu pemeran utama dari film itu berjalan penuh karisma bersama kekasihnya.

DARK MOONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang