8

1.5K 222 60
                                        

Hai Geng's 🙌🙌

Cerita ini sedang saya pindahkan ke platform Karyakarsa. Buat yang mau baca cepat bisa baca berbayar di sana, harganya kisaran 3-4 ribu aja. Sudah ada banyak part baru yang di up di KK.

Buat yang santai-santai bisa tetap baca gratis di Wattpad, slow update tapi tetap akan tamat di Wattpad.

Untuk pembaca yang mau dukung saya di Karyakarsa, saya ucapkan banyak terima kasih. Nama akunnya sama, Vanadium Zoe, atau kalian bisa klik link KK dari profil saya.

Terima kasih
👑 Zoe

===============================================================================


Di bawah langit malam pukul sembilan, mobil pengantin mulai meninggalkan venue pernikahan. Langit tampak cerah dengan bulan terang, James membawa Sera pulang ke apartemen alih-alih menginap di kamar hotel yang telah disiapkan oleh Ibunya sebagai tempat bulan madu.

Kamar pengantin tentu saja dipesan satu ranjang, sementara pernikahannya dengan Sera tidak senormal yang dibayangkan orang-orang. Setelah checkin keduanya cuma numpang ganti baju, membawa pakaian ganti yang disiapkan hari sebelumnya dalam koper, lalu diam-diam mereka meninggalkan hotel.

James memakirkan mobil di basement, melirik Sera diam seribu bahasa sejak pesta pernikahan mereka selesai. Sesaat Sera terlihat seperti tidak bernapas, pandangan tampak jauh, gadis itu bahkan tidak bersiap turun padahal mobil sudah terparkir dan mesin sudah mati.

"Sera, kau tidak apa-apa?" tanya James, menduga mungkin ada pesan bernada ancaman yang dikirimkan Dante lagi pada Sera. "Dia masih menghubungimu dengan ancaman?" tanyanya.

"A-apa?" Sera mengejap, memandangi ke sekeliling. "Oh, kita sudah sampai?" katanya, lalu dia segera membuka pintu mobil.

"Tunggu," kata James, menahan lengan Sera membuka pintu.

"Iya?"

"Kau belum menjawab pertanyaanku?"

Sera terdiam sejenak, sebelum menjawab James. "Oh, itu, tidak, Dante tidak mengirim pesan apa-apa lagi. Aku cuma lelah dan agak ngantuk," katanya.

"Baiklah, nanti kau langsung tidur saja."

Sera mengangguk pelan seraya turun dari mobil, menggeret kopernya dan berjalan di belakang James menuju lift. Dia agak tersentak saat James tiba-tiba mengambil alih kopernya, merangkul bahu dan merapatkan posisi. Sera sudah ingin protes, tapi kemudian dia ikut menyapa petugas keamanan yang berjaga di lobby basement.

"Selamat malam, Tuan Muda. Selamat datang Nyonya Sera," tambah petugas itu pada Sera. "Saya ucapkan selamat untuk pernikahannya, semoga Tuan dan Nyonya selalu bahagia."

"Terima kasih," kata Sera dan James nyaris bersamaan, keduanya tersenyum ramah lalu masuk lift.

James baru melepas rangkulannya setelah pintu lift tertutup. Keduanya berdiri berseberangan tanpa obrolan, suasana kaku itu terus bertahan sampai mereka tiba di unit James di lantai 17. Apartemen James tipe dua kamar bernuansa putih, terang benderang sejak di area foyer, ada rak dinding untuk sepatu dan menyimpan payung.

Sera tersenyum saat kakinya menginjak lantai marmer bercorak yang memantulkan bayangan, di sekililing plafon dipasangi lampu dengan candelier bundar kuning keemasan. Unit minimalis, hanya diisi sofa besar polos cokelat muda dengan meja kerja abu-abu dekat dinding kaca. Dapur, ruang binatu, kamar mandi, kamar tidur, tak banyak perubahan dari desain awal tanpa renovasi berarti.

"Aku tidak suka banyak barang," kata James, saat tak sengaja bersitatap dengan Sera, gadis itu seolah-olah sedang memberi penilaian pada rumahnya.

"Aku juga," jawab Sera. "Begini lebih terasa lega dan luas, mudah juga membersihkannya."

DARK MOONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang