1

1.6K 238 49
                                        


Kepulangan James ke rumah dibayang-bayangi perasaan ganjil yang berusaha disangkal, dia masih menduga-duga alasan Mariane mengirim foto-foto kebersamaan Sera dan Dante. Dia memang tidak merasa terganggu sama sekali, tetapi tetap saja motif Mariane sangat aneh.

Mariane teman dekat Sera, diwaktu bersamaan Mariane juga berstatus sebagai teman dekat Dante sekaligus tim fansite yang diapresiasi langsung oleh Dante. Deretan foto pribadi itu bisa dijadikan alat untuk memeras uang darinya atau pun Dante, tapi kenyataannya Mariane Salim bukan seseorang yang butuh uang sampai harus melakukan kejahatan.

Tidak mau pusing sendiri, James mengirim pesan pada teman lama yang sebelumnya telah mengurus foto-foto yang sempat beredar.

Kai, tolong urus ini. Langsung takedown jika kau melihatnya. Pesan terkirim saat dia membuka pintu rumah.

"Hi Mom." James menyapa begitu melihat Ibunya.

"Hai, Sayang. Mama masak bebek pangang madu kesukaanmu, kita makan malam sama-sama."

"Iya, aku mandi dulu," jawab James selagi menyeberangi ruang depan.

Sesampainya di lantai atas. James yang awalnya ingin langsung mandi justru masuk ke ruang kerjanya di ujung selasar, menandai nama-nama penting yang telah terkonfirmasi dari kasus BruteMax. Duduk di sofa single dekat jendela, mulai mengurutkan kejadian dan belum mandi.

Pintu ruangan diketuk dan sang ayah muncul, padahal dia baru menyusun rencana membahas masalah dengan ayahnya besok siang. James perlu mengecek langsung skandal yang Aldrich tuduhkan pada ayahnya. Sudah lama dia tidak bicara face to face dengan sang ayah, membahas hal-hal berat yang dulu kerap mengisi hari-hari mereka sebelum keduanya jadi sangat sibuk.

"Apa Ayah mengganggumu waktumu?" tanya Gunawan dari depan pintu.

"Ayah bisa bicara padaku kapan pun."

James menjauh dari pekerjaannya untuk mendengarkan sang ayah. Dia menahan diri untuk tak bertanya lebih dulu, sehingga bisa mendapatkan informasi subjektif dari ayahnya.

"Ini tentang JM Crown," Guna bicara terus terang. "Sebentar lagi kau menikah, tapi pekerjanmu yang sekarang cukup beresiko dan memakan waktu."

James belum berkata-kata, menunggu apa yang hendak ayahnya utarakan meskipun dia mulai membaca arah pembicaraan sang ayah.

"Jim, Ayah ingin kau mengurus perusahaan. Ayah tahu kau pasti menolak," tambah Guna cepat sebelum James sempat menyela. "Perusahaan butuh orang bersih yang bisa dipercaya, dan kau yang ayah percayai memegang kendali sebelum ayah pensiun."

"Memangnya Ayah mau pensiun dini?"

"Sepertinya begitu."

"Ada yang ingin Ayah bicarakan padaku selain hal ini?" tanya James, melompati basa-basi. "Aku bisa membantu selama Ayah percaya padaku, apapun itu."

Ada jeda janggal selama tujuh detik penuh. Sebelum helaan napas kelewat panjang dan berat, menguar di antara mereka.

"Tidak ada, selain pernikahanmu. Apa Ibumu sudah memberitahu, tanggal pernikahan sudah ditentukan. 28 Februari, kau setuju?"

"Aku tidak tahu. Ibu tidak memberitahuku, aku bahkan tidak diberi waktu berpikir."

"Ayah juga tidak diberitahu sebelumnya, kalau kau akan mengumumkan sendiri hubunganmu dengan Sera di depan publik." Guna menyela, seraya tertawa pelan. "Ayah setuju tindakanmu melindungi Sera, dia pantas mendapatkan itu setelah semua hal buruk yang dilaluinya."

"Ayah seperti sangat mengenalnya, padahal aku saja tidak ingat dengan Sera."

"Waktu kecil kau banyak sekali kegiataan, Ibumu memberi jadwal kegiataan kelewat banyak. Mungkin karena itu kau merasa tidak kenal dengan Sera, padahal kita dekat dengan Sera dan keluarganya."

DARK MOONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang