7

1.4K 221 82
                                        

Hai Geng's 🙌🙌

Cerita ini sedang saya pindahkan ke platform Karyakarsa. Buat yang mau baca cepat bisa baca berbayar di sana, harganya kisaran 3-4 ribu aja. Sudah ada banyak part baru yang di up di KK.

Buat yang santai-santai, bisa tetap baca gratis di Wattpad. Karena cerita ini sudah pernah tamat dan sedang dijual di KK, maka cerita versi ke-2 ini slow update tapi tetap akan tamat di Wattpad.

Untuk pembaca yang mau dukung saya di Karyakarsa, saya ucapkan banyak terima kasih. Nama akunnya sama, Vanadium Zoe, atau kalian bisa klik link KK dari profil saya.

Terima kasih
👑 Zoe

================================================================================


"Aku hamil," kata Sera cepat, napasnya tercekat, tangannya yan sedingin salju saling genggam, mencoba menarik napas meski sulit. "Mungkin sekitar dua atau tiga minggu—dengan Dante," tukasnya susah payah.

James tidak berkata apa-apa.

"Aku tahu kau akan berubah pikiran, tapi aku memohon bantuan padamu." Sera menahan air mata yang tiba-tiba berkumpul di pelupuk, James masih bergeming dan tidak berkata apa-apa.

"Aku janji tidak akan menyusahkanmu, aku hanya butuh status. Aku akan bekerja untuk biaya hidupku sendiri dan bayiku, kau bisa menceraikan aku jika suatu hari nanti kau menemukan perempuan yang kau cintai. Aku tidak akan mempersulit, aku janji akan mempermudah segala urusanmu."

"Dia tidak mau menerima kehamilanmu?"

"Iya, dia minta aku mengugurkannya tapi aku takut," kata Sera, pelan. "Meskipun saat itu aku belum yakin sedang hamil, aku hanya coba-coba untuk memastikan diriku sendiri dan ternyata Dante menolaknya."

Sera menatap James yang memandangi, manik matanya berkaca-kaca lalu dia menangis begitu saja. Tiba-tiba Sera merasa sangat buruk, tidak berguna, tidak pantas dinikahi oleh pria mana pun. Tangis Sera pecah di detik berikutnya, terisak-isak dalam kecemasan akan masa depannya.

"Maaf, aku selalu merepotkanmu. Tolong aku sekali ini saja, aku benar-benar tidak sanggup mengakuinya di depan Ibuku." Isak tangis Sera kian panjang, tubuhnya gemetar hebat dan dia mulai sesak napas.

"Jim, ma-maaf," kalimat Sera hilang, saat lengan James melingkar di bahu lalu memeluknya.

Tidak ada kata terucap dari James selama Sera meluapkan semua kegelisahan dan ketakutan dari aib kehamilan sebelum menikah. James melerai pelukan setelah tangis Sera mulai reda, mengangsurkan tisu meja dan segelas air selama menunggu Sera menenangkan diri.

"Dante sempat kemari dan mengancamku, hanya kau saja yang bisa membuatnya berhenti menakut-nakutiku. Tolong aku sekali ini saja, aku janji tidak akan menyusahkanmu."

Secara tiba-tiba James mengingat perkataan ayahnya, selagi dia menatap lebam di wajah Sera masih terlihat ungu. Luka di kaki Sera juga masih basah, tetapi pelakunya sudah dia bebaskan. Dante sering memukuli Sera, sekarang pria bajingan itu meninggalkan Sera setelah Sera hamil.

"Sera," James terdiam sejenak, menatap cincin pertunangan melingkari jari mereka masing-masing. James menunggu sampai Sera menatapnya, lalu dia berkata dalam kesadaran penuh.

"Mari kita menikah, Seraphina." 

☘☘☘

Pernikahan James dan Sera dilangsungkan hari ini, pukul enam sore, di Parkheur Paradise Hotel, dua hari berselang setelah Seraphina keluar dari rumah sakit. Tanggal pernikahan yang dimajukan secara mendadak itu membuat keluarga mereka terkejut sekaligus senang, akhirnya sejoli yang dijodohkan dengan restu penuh dari kedua belah pihak itu mau menikah juga.

DARK MOONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang