Holla,
Terimakasih sudah mau mampir untuk membaca.
Tapi sebelum itu, aku ingetin sekali lagi ya sama kakian kalau cerita ini bukan cerita bxb.
Awas salah lapak sayang...
Oh iya, kalau udah baca cerita ini jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa vote dan komen.
Udah segitu dulu,
Happy Reading...
Di saat orang-orang menghawatirkan kondisi Tala di dunia nyata. Jiwa Tara malah di tarik oleh seseorang menuju tempat yang Tara sendiri tidak tau dimana tempat nya. Tara tidak merasa sedih atau sakit. Tapi dia merasakan kekesalan yang amat dalam.
Tara masih menatap kesal sosok Tala yang berada di sampingnya. Hal yang membuat nya kesal adalah kenapa Tala malah membawanya ke sini dan bukannya mengatakan maaf atau apa, Tala malah diam seperti orang bisu.
Apakah Tala yang di samping nya telah bisu setelah menjadi arwah?
Tara menghela napasnya sebelum memulai pembicaraan. Biarlah dia yang menjadi pembuka topik dari pada hanya diam berjam-jam menunggu sosok di samping nya ini membuka suara
"Ck, lo ini bisu atau apa sih? Sejak gue tiba-tiba ada di tempat ini, mulut lo nggak ada satupun ngeluarin sepatah kata."
"Gue awalnya nggak pengen marah sama lo ataupun kesal. Tapiiiiiii saat gue liat wajah lo yang diam kayak orang tolol, itu yang bikin gue kesal. Bukan itu aja, sekarang gue juga mau protes karena ulah lo gue jadi harus jalani kehidupan lo yang sangat sialan ini. Asal lo tau ya, hidup gue yang semula nya damai tiba-tiba hancur karna nyasar ke tubuh lo." lanjut Tara, Tara mengepalkan kedua tangannya. Matanya berkaca-kaca karena menahan tangis. Di antara banyaknya manusia di muka bumi ini, kenapa harus dia yang harus di takdirkan jiwa nya untuk masuk ke raga Tala. Anak yang hidupnya hancur lebur itu.
Sosok Tala yang mendengar keluhan Tara hanya diam tidak merespon. Dia juga menyesal karena telah membuat Tara kesusahan karena hidup menggantikan jiwanya.
"LO BISA BICARA NGGAK SIH? LO JANGAN DIAM AJA. SEHARUSNYA KALAU LO NGGAK MAU BANTUIN GUE BUAT BALIK KE RAGA ASLI GUE, SETIDAKNYA LO KASIH TAU GIMANA CARANYA GUE BISA BALIK. BIAR GUE YANG USAHA SENDIRI. LO JANGAN DIAM AJA TOLOL!" hardik Tara. Tapi sekuat apapun dia bersuara Tala yang berada di sampingnya tidak merespon apa-apa. Melihat itu semua Tara menjadi tertawa hambar.
"Pantes aja anak kayak lo cuma jadi beban. Pantesan aja anak kayak lo di benci sama orang tuanya sendiri. Pantes aja anak kayak lo nggak punya temen." sindir Tara membuat Tala merasa tersinggung.
"Maksud kamu apa?" tanya Tala tidak suka.
"Maksud guee, lo itu pengecut." Tala berdiri dari posisinya dan menatap wajah Tara dengan tatapan marah.
"AKU BUKAN PENGECUT TARA! A-ku cuma t-akut. Aku nggak pernah berani buat lakuin apapun karena aku tahu manusia lemah kayak aku bisanya apa sih. Aku nggak punya siapapun yang bisa kasih aku semangat. Berbeda dengan kamu yang punya banyak orang yang bisa dukung kamu. Sedangkan aku---sendirian Tala." balas Tala. Suaranya gemetaran.
Tara sengaja membuang muka ke arah lain dari pada melihat wajah menyedihkan Tala. Niat awal Tara untuk marah-marah kepada sosok itu dia urungkan. Dia menjadi tidak enak hati telah mengatakan Tala seperti tadi. Pandangan Tara berkelana menuju ujung tempat yang kini mereka singgahi.
KAMU SEDANG MEMBACA
I'M NOT TALA
General FictionDesc: Bagaimana jadinya jika remaja bernama Bamantara Anugraha Prayudha yang terkenal tengil, brandal dan selalu bikin emosi harus mengalami transmigrasi jiwa ke raga cowok cupu dan sangat pasrahan bernama Arutala Jingga Merhantara? Lantas, bagaim...
