Happy reading
Pertengkaran kiara dan gavin semakin memanas. Kiara berlari menuju kamar lalu melempar dan membanting barang-barang yang ada di dalam kamar. Gavin berusaha menenangkan kiara dan mencoba menjelaskan yang sebenarnya pada kiara namun semua itu tak berhasil karena kiara begitu sangat emosional.
"sayang tolong dengarkan aku, beri aku kesempatan untuk menjelaskan ini semua" ucap gavin.
"jelaskan katamu? Apa lagi yang mau di jelaskan. Sudah jelas-jelas kamu main gila sama perempuan itu hingga menghasilkan anak." balas kiara menunjuk wajah gavin.
Gavin menundukan kepalanya karena merasa sangat bersalah. "sayang please beri aku kesempatan, aku aku akan jelasin semuanya agar tidak ada kesalahpahaman antara kita"
"aku tidak peduli"
Saat kiara hendak keluar dari kamar. Gavin langsung menarik kiara dalam pelukannya. Kiara mencoba berontak namun tenaga gavin lebih kuat hingga akhirnya kiara pasrah. Saat kiara mulai tenang, Gavin dengan pelan-pelan menceritakan semuanya pada kiara.
"aku memang salah gak seharus pada waktu itu aku lakukan hal sebejat itu pada adisty. Semua sudah aku ceritakan padamu sejujurnya dan tidak ada lagi yang aku tutupi darimu sayang. Aku mencoba mengejar adisty bukan karena aku mencintainya tapi karena nando. " ucap gavin.
Setelah gavin menceritakan semua masalalu nya dengan adisty. Kiara meneteskan air mata bukan soal perbuatan gavin kepada adisty. Namun karena ia sangat kasihan pada nasib nando yang selalu di abaikan oleh adisty.
"lalu tindakan apa yang akan kamu ambil soal nando?" tanya kiara.
Gavin melepas pelukannya dan menangkup wajah kiara. "bagai manapun juga nando anakku, darah dagingku. Nando tidak salah apa-apa, yang patut di salahkan itu aku!!. Adisty selalu kasar dengan nando, itulah alasanku ingin merawat nando"
Kiara mengangguk. "aku bakal dukung kamu? Aku juga sudah menganggap nando seperti anakku sendiri"
Mendengar itu gavin merasa lega dan kagum pada kiara karena telah menerima nando dan menganggap seperti anak kandungnya. "makasih sayang atas kebesaran hatimu. Aku tidak tau harus membalasnya dengan apa karena kamu benar-benar istri yang sangat baik dan luar biasa."
***
Keesokan harinya kiara meminta sonny untuk mengantarnya pergi kerumah adisty tanpa sepengetahuan gavin. Kiara hanya ingin memastikan apakah yang dikatakan oleh gavin itu benar kalau adisty selalu bersikap tidak baik pada nando.
Dalam perjalanan tidak ada obrolan apapun. Sonny memberanikan diri untuk bertanya dengan kiara.
"ibu kiara" panggil sonny.
"iyah kenapa son?"
"maaf kalau saya lancang? Ibu kiara ada perlu apa mendatangi adisty, dia itu wanita gila, saya takut dia akan??" ucapan sonny terpotong.
"saya hanya ingin memastikan nando baik-baik saja. Saya tau nando bukan anak saya. Tapi bagai manapun juga nando itu anaknya gavin, suami saya"
Sonny mengangguk enggan menjawab. Tapi yang dikatakan kiara itu memang benar, ia juga ada rasa khawatir dan kasihan dengan nasib bocah kecil itu. Apa lagi ia sudah pernah melihat dengan mata kepalanya sendiri saat adisty bersikap kurang baik pada anaknya. Sonny sangat berharap gavin bisa mendapatkan hak asuh nando, agar bocah kecil itu bisa mendapatkan kasih sayang dan kebahagiaan yang pantas dia dapatkan.
Beberapa menit kemudian akhirnya kiara sampai juga dirumah adisty. Betapa terkejutnya kiara melihat nando menangis, namun bukannya adisty menggendong bocah malang itu? Ia malah membentak hingga bocah itu nangis kejer. Melihat hal itu kiara tidak tinggal diam? Ia reflek berlari masuk kedalam rumah lalu menggendong bocah itu untuk menghentikan tangisannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
KIARA
ContoSetelah menjalani hukuman selama empat tahun di penjara,Farrel lakeswara pratama kini telah di bebaskan. Farrel rela mengubah paras wajah nya dan identitas dirinya demi membalas dendam kematian sang adik yang bernama shella.
