Aku penasaran dengan jawabannya ketika ku tanya kemana harus ku antar dia. Antara percaya dan tak percaya saat dia katakan ingin latihan di tempat dia minta diantarkan, latihan apa coba?. Ku pikir dia akan mempermainkanku karena suka membuatnya kesal. Setelah ku parkirkan mobil ku, aku melangkah ke tempat dimana dia bilang akan berlatih. Lebih pada ingin membuktikan omongannya saja sih, aku menuruti kaki ku melangkah ke dalam GOR. Ku longokkan kepala kesana kemari berusaha mencari tahu kemana dia gerangan, apa dia tadi hanya berusaha membohongiku ya. Yang ku lihat di lapangan luas itu hanya sekelompok orang berbaju putih yang sedang berlatih jurus-jurus beladiri. Masa iya sih dia latihan itu, perempuan seperti dia. Hampir saja aku membantah dalam hatiku kalau saja aku tak melihat dia keluar dari sudut ruangan yang kuduga adalah ruangan ganti. Aku melotot melihat dia yang mengenakan seragam itu dan ikut menggabungkan diri dengan yang lain untuk memperagakan jurus-jurusnya. Astaga wanita ini, bingung aku dengan beberapa peran yang melekat padanya. Sebentar menjadi wanita kantoran, sebentar jadi wanita yang pandai di dapur dan sekarang dia jadi wanita perkasa dengan jurus-jurus beladirinya.
Di dalam ruangannya Vanno sedang melamun. Pikirannya melayang pada kejadian dua hari lalu saat dia bertemu dengan Vanka dan mengantarkan dia pergi. Kemarin dia meminta nomornya kepada ibu yang langsung diberikan dengan antusias tanpa bertanya ini itu. Sebuah pesan lewat ponsel diketik kepada Vanka yang disusul dengan pesan-pesan lainnya.
From : 08111611xxxx
Hai apa kabar?
Lama tak ada jawaban lalu satu jam kemudian.
From : 08121981xxx
Siapa ya? Apakah saya mengenal Anda?
From : 08111611xxxx
Ini saya Vanno
From : 08121981xxx
Vanno?
From : 08111611xxxx
Iya saya Vanno anak Ibu Mathilda.
From : 08121981xxx
Hah apa? Ga salah ni situ ngirim pesan ke sini
From : 08111611xxxx
Kok salah?
From : 08121981xxx
Menurut lo?
From : 08111611xxxx
aud Saya minta maaf deh karena saya suka bikin kesal kamu.
From : 08121981xxx
Seorang kamu minta maaf? Wah hujan salju datang nih diJakarta.
Yakin situ minta maaf ke Saya, yakin?. Tapi...ya sudah lah berhubung kamu anaknya Ibu yang baik hati, teman curhat Saya jadi ya mau ga mau situ aya maafkan.
From : 08111611xxxx
Huh sombongnya...
Lagi sibuk ya?
Menit demi menit ku tunggu balasan pesan darinya tapi tak kunjung datang juga. Akhirnya ku lanjutkan lagi pekerjaan ku. Hampir lupa dengan pesan yang dikirim tadi sampai terdengar bunyi pesan masuk, mungkin saja ada balasan. Cepat-cepat kuraih handphoneku
From : 08121981xxx
Kamu pikir hari senin gini orang tuh di kantor ngapain? Main catur? Pake nanya lagi
Hahaha aku tersenyum membaca jawabannya. Entah kenapa aku merasa ingin terus mengganggunya,rasanya puas sekali mengganggunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Hati
RomansaAku mencintainya dengan segenap hatiku. Kuberikan pengabdian tiada batas untuknya. Kuletakkan kesetiaanku pada tempat yang paling tinggi. Tapi... Itu semua hanya menjadi keping yang terserak tanpa bisa dipungut lagi. Aku berharap melabuhkan bahtera...
