Part 24 - Labuhan Cinta

12.8K 478 4
                                        

Rendra

Bidadari cantik itu berjalan dengan anggunnya. Senyum indah tersungging dari bibirnya yang tipis, semburat merah mewarnai pipinya bersamaan dengan wajahnya yang berseri-seri. Ku tahan gejolak di hati ini setengah mati, berusaha menerima semua dengan lapang dada. Dia yang pernah menjadi milik ku, kini pergi menjemput kebahagiaanya.

Berkali-kali ku tahan langkah kaki ini untuk berlari membawanya pergi untuk hidup bersamaku lagi, tetapi hati ini selalu berhasil mencegahnya. Aku tak ingin sekali lagi memberikan kepahitan dalam hidupnya, ku lepas dia untuk bahagia dengan caranya sendiri. Aku memang lelaki bodoh, menyia-nyiakan ketulusan hatinya, melepaskan cintanya yang sungguh-sungguh itu untuk ku. Ah aku sangat menyesalinya bidadariku, malaikat cintaku. Ini adalah bentuk cintaku yang tak pernah padam padamu yang terlambat ku sadari; melepasmu bersama dia yang menghadirkan kebahagiaan buatmu, merelakanmu pergi dari hidupku. Andai waktu bisa diputar ulang, tentu aku tak akan pernah meninggalkanmu, melepaskan kesungguhan cintamu.

Aku bukan tak ingin menjadi saksi dari kebahagiaanmu. Aku hanya tak ingin tiba-tiba menjadi egois dan menculikmu pergi dari tempat ini. Cukup mataku ini memandang senyum mu dari jauh, menyaksikan kebahagiaanmu. Pergilah menjemput bahagiamu malaikat cintaku, aku akan mencoba mengikhlaskan cintamu untuk dia yang sekarang di sampingmu.

********************************************************************************

"Saya Jovanno Azarya Natadwirya menyambut engkau Rivanka Aluna Sagita, sebagai istriku dalam susah dan senang, untung dan malang serta akan setia mendampingimu selama Tuhan memberikan hidup pada kita."

Suasana hening dan khitmad memenuhi tempat ini, hanya deburan ombak yang seolah melagukan lagu indah untuk kedua anak manusia yang sedang mengikat janji itu. Suasana bertambah haru ketika si wanita tak mampu berkata-kata, hanya isak tangis yang keluar dari mulutnya, bahunya terguncang bersama dengan tangisnya. Sang pria yang sangat mengerti keadaan hati wanita di hadapannya segera meremas hangat tangan wanita dalam genggamannya, menepuk halus punggung tanggannya serta mengusap lembut pipinya sambil membisikkan kata-kata yang mampu membuat si wanita melanjutkan kembali acara sakral ini.

"Saya...Rivanka Aluna Sagita....menyambut engkau Jovanno Azarya Natadwirya sebagai suamiku dalam susah dan senang, untung dan malang...serta akan setia mendampingimu selama Tuhan memberikan hidup pada kita"

Dengan penuh haru si wanita mengucapkan janji setianya kepada si lelaki. Di hadapan Sang Kuasa dan juga di depan semua orang yang menyaksikan peristiwa ini, kedua pasang manusia ini saling mengucapkan janji setianya. Cincin yang disematkan di jari masing-masing menjadi saksi bisu lambang cinta mereka.

"Rivanka Aluna Sagita, cincin ini kuberikan padamu sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaanku padamu"

"Jovanno Azarya Natadwirya, cincin ini kuberikan padamu sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaanku padamu"

Setiap pasang mata yang menyaksikan peristiwa sakral ini menarik nafas lega, seolah sumbat yang ada di dalam tenggorokan menghilang seiring dengan usainya pengucapan janji sakral dua pasang manusia itu. Senyum bahagia tak pernah lepas dari kedua wajah Vanno dan Vanka. Kepahitan cinta pernah sama-sama mereka rasakan dan sekarang mereka berdua menemukan kembali kebahagiaan cinta dengan cara yang tak pernah mereka duga selama ini. Orang-orang yang hadir menyaksikan kebahagiaan mereka pun turut melantunkan doa serta ungkapan syukur atas cara Sang Kuasa yang tak pernah terduga.

Deburan ombak serta, syahdunya sunset mengiringi kebahagiaan mereka. Tangan Vanno tak pernah melepas gandengannya kepada Vanka yang bergerak dengan anggun menyapa para tamu yang datang ikut mendoakan kebahagiaan mereka.

"Mas, ini tanganmu ga bisa dilepas dulu ya? Aku mau ambil minum, haus nih"

"Ga bisa. Daritadi ku gandeng aja masih banyak tuh mata-mata yang jelalatan liat kamu, apalagi ku lepas kamu, bisa-bisa mereka nyulik kamu"

Tentang HatiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang