32. Penobatan Valery

30 8 0
                                        

Malam ini gadis itu tengah duduk diatas kasurnya sambil bermain ponsel, tiba-tiba ia teringat masalah ruang bawah tanah yang dimana Valery akan mati jika tidak segera diabadikan. Dengan cepat Sheina membacakan mantra pemanggil Nicholas.

"Wingardium Expelliarmus Wingardium Expelliarmus Wingardium Expelliarmus datanglah..." Ucap Sheina membacakan mantra tiga kali untuk memanggil Nicholas.

Dengan cepat sosok itu datang menemui Sheina dikamarnya.

"Queen, kau memanggilku?" Tanya Nicholas lembut.

Sheina mengangguk, "Kita harus segera mengabadikan Valery Pangeran, kalau tidak sahabatku akan segera mati." Ujar Sheina yang disetujui Nicholas.

"Baiklah, akan ku bantu ia menemui Agrateo untuk menjadikan dia seorang penyihir." Katanya tegas.

"Bisakah kau ubah Valery menjadi Vampire sepertiku?" Tanya Sheina karena ia tidak mau sahabatnya bekerja sama dengan Alerine yaitu calon pendamping Nicholas.

"Tidak Queen, Valery akan menjadi penyihir itu artinya ia akan tinggal dikerajaan Lucifer, tidak sama denganmu."

"Kenapa?" Tanya Sheina bingung.

"Itu karena aku telah memintamu menjadi Vampire kepada Agrateo, jadi untuk kedua kalinya aku tidak bisa menjadikan Valery seorang Vampire karena jumlah Vampire yang terbatas." Jelasnya membuat harapan Sheina runtuh untuk bisa bersanding dengan sahabatnya dialam lain.

"Baiklah kalau begitu aku telpon Valery terlebih dahulu." Ucap Sheina lalu membuka ponselnya untuk menghubungi sahabatnya.

"Halo Shei kenapa?"

Sapa Valery dari sebrang telpon.

"Lo lagi dimana?"

"Dirumah, kenapa emang?"

"Bisa ketemuan nggak Val?"

"Bisa Shei, dimana?"

"Di Cafe tempat biasa ya?"

"Sekarang?"

"Iyalah kapan lagi."

"Oke gue otw"

"Oke bye.."

Tut-----

Sambungan telpon terputus.

"Bagaimana?"

"Kita ketemuan di Cafe, bisa kau ubah bentukmu menjadi manusia pangeran? Aku khawatir seseorang bisa melihatmu."

"Baiklah," kemudian Nicholas dengan perlahan berputar kini rambutnya yang panjang mulai memendek bersamaan dengan pakaian hanboknya berubah menjadi blazer. Ia berubah menjadi manusia yang sangat tampan.

"Wahh kau lebih terlihat tampan menggunakan pakaian manusia pangeran

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Wahh kau lebih terlihat tampan menggunakan pakaian manusia pangeran." Ucap Sheina melihat kagum penampilan Nicholas malam ini.

"Aku memang tampan, apa kau baru menyadarinya?"

SOPA [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang