"Kak, gimana sama keadaan mamih?" Tanya Sheina yang baru saja datang dari Box bersama dengan Nicholas. Disana ada Valery dan Megan yang menjenguk orang tua Sheina.
"Masih belum sadar dek," katanya yang membuat Sheina kembali lesu.
"Sabar ya Shei, gue yakin tante Wilo bakal cepet sadar." Ucap Valery mengelus-elus pundak Sheina.
"Oiya, lo kesini bareng siapa?" Tanya Aileen melihat Sheina datang dengan seorang pria.
"Ini namanya Nicholas Reegan, temen aku." Jelasnya yang membuat sahabatnya bingung.
"Lah bukannya dia sepupu lo Shei?"
Sheina meraih telapak tangan Megan, "Sorry ya Meg, gue boong. Dia sebenernya temen gue."
"Gue kira sepupu lo, yaudah gue maafin." Ucap Megan lalu tersenyum.
"Thanks"
"Oiya, Caitlin kemana? Bukannya dia ikut sama lo Shei?" Tanya Valery melihat tidak ada Caitlin disana.
"Dia pergi bareng kak Rafael, biasa pdkt." Jawab Sheina yang tau bahwa kakaknya menyukai Caitlin. Mereka pun memakluminya.
"Ohh gitu,"
"Yaudah duduk dulu kalian. Jangan berdiri, capek." Ujar Aileen mempersilahkan. Kemudian mereka duduk disofa yang telah disediakan sambil menunggu Wilona sadar dari sakitnya.
Setengah jam berlalu dengan perlahan Wilona mulai membuka matanya, kemudian menyentuh luka dikepalanya yang mengakibatkan rasa pusing. Sheina yang menyadari itu segera berjalan mendekatinya.
"Mih, mamih sadar?"
"Sheina... Anak mamih, kepala mamih pusing nak." Katanya seraya beranjak untuk duduk.
"Mamih tiduran aja gapapa, jangan bangun kalau masih pusing." Ucap Sheina kemudian ditidurkan nya lagi Wilona oleh Sheina.
"Mih maafin Sheina ya, kalau Sheina tadi waktu berangkat nggak pamit dulu. Pasti mamih kepikiran ya?" Tanya Sheina, Wilona menggeleng.
"Mamih sakit begini bukan karena kamu nak, tapi mamih mikirin papih kamu jadi kecelakaan." Jelasnya yang membuat Sheina turut prihatin.
"Mamih nggak perlu mikirin papih, yang harus mamih pikirin adalah kesehatan mamih. Sheina nggak mau ngeliat mamih sakit begini." Ujarnya sembari mengelus punggung telapak tangan Wilona.
"Iya sayang, mamih tau. Kamu juga ya, oiya kamu nggak sekolah?"
"Mana bisa Sheina sekolah kalau ngeliat keadaan mamih sakit begini."
"Astaga... Yaudah tapi besok harus sekolah ya? Pentingin pendidikan sayang" ujarnya mengelus rambut kepala Sheina dengan lepus dan tangan yang diinpus.
"Iya mih, oiya ada yang mau ketemu mamih nih. Nic, sini." Panggil Sheina kepada Nicholas untuk memperkenalkan diri.
Kemudian Nicholas berjalan mendekat,"Tante.. kenalin saya Nicholas." Katanya berusaha sebisa mungkin berbicara layaknya manusia.
"Ganteng Shei," ucap Wilona tersenyum manis.
"Dia temen aku mih, dari Jogja" ujar Sheina dengan seribu akalnya.
"Ohh gitu,"
"Kalau dia nginep dirumah nggak papa mih?" Tanya Sheina yang cepat diangguki Wilona.
"Ya boleh dong sayang, tapi apa pacar kamu nggak cemburu kamu bawa cowok ke rumah?" Tanya Wilona yang masih belum mengetahui mereka telah putus hubungan.
"Sheina belum cerita ya mih? Kalau Sheina udah putus sama kak Tristan." Jelasnya dengan hati yang masih terluka. Mengingatnya membuat Sheina ingin menangis. Namun ia tahan.
KAMU SEDANG MEMBACA
SOPA [COMPLETED]
WerewolfPerkumpulan remaja yang membawa kehancuran dunia. layaknya film Disney ketika seorang tuan Puteri yang kerap dimanja oleh keluarganya harus menghadapi runtun nasib yang mengenaskan. Bersama dengan sahabatnya, kedatangan cowok jadi-jadian yang sepert...
![SOPA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/345840210-64-k25243.jpg)