9. Ga bahaya ta

3.6K 143 11
                                        

Ciuman itu berlanjut, hingga keadaan kini berbanding terbalik dengan yang tadi.

Tubuh gio yang tadi berada diatas, sekarang berada dibawah kukungan tubuh Ferry yang sedikitnya lebih tinggi dari gio.

Mereka terus berciuman, dengan tangan Ferry yang tadi memegang tengkuk mulai turun pada punggung milik gio dan memasuki kaos yang gio kenakan.

Lenguhan pasti tak terelakkan dari kegiatan tersebut, namun ciuman itu berhenti ketika tangan Sergio yang memukul meminta berhenti. Ya karna dia gak bisa nafas lah, mo mati gegara ciuman kan ga elit.

"Udah, hah hah" ucap gio, nafasnya yang terengah itu bukan nya membuat Ferry berhenti, namun malah melanjutkannya dileher.

Gio hanya menikmati itu, "jangan buat tanda disana" ucapnya memperingati Ferry, anggukan dia dapati sesaat setelah ia berucap.

Kegiatan Ferry tentunya tak hanya melumat atau mengecup basah leher milik gio. Dirinya dengan tergesa membuka kaos milik gio. Dibantu gio  juga, hingga kaos itu telah terlolos begitu saja.

Ciuman itu turun hingga kini mulut Ferry berada didepan nipple milik gio. "Boleh?" Ucap Ferry sebelum melanjutkan kegiatan nya, diangguki gio.

Ferry terus melakukan kegiatannya dengan keadaan hati senang, hingga tak lama sebuah jeritan terdengar dikamar asrama itu.

"Sakit tolol!" Gio berujar, bagaimana tidak sakit, Ferry memberi hickey tepat di nipple  miliknya.

"Maaf hehe," ucap maaf Ferry. Lalu melanjutkan membuat hickey dibagian dada dan tulang selangka gio.

Setelah puas, dirinya mencium kembali bibir milik gio yang tentunya dibalas oleh sang empu.

***

"Laper anjir, gara gara lo sih ah. Kenapa lama banget" gerutu gio dan dengan teganya dia memukul kembali Ferry :)

Mengaduh, "salah siapa mancing duluan" balas tak kalah sengit Ferry pada gio.

Saat ini, mereka berdua tengah jalan jalan mencari makanan. Hingga mereka tiba di angkringan yang ada disisi jalan dekat asrama.

"Udah lah, makan dulu"

"Hemm"

***

Pagi menyingsing kan malam. Gio tentu telah terbangun sedari subuh tadi, namun dirinya malah terdiam melihat keadaannya dicermin wastafel.

"Kok banyak sih anjing? Mana bengkak lagi" monolog gio melihat didada nya penuh dengan hickey dan keadaan nipple miliknya yang membengkak. "Pasti perih ntar kalo pake baju"

Beberapa waktu melihat itu, dirinya bergegas untuk mandi. Dan benar saja, saat ia mengenakan seragam, nipple miliknya itu terasa ngilu.

"Gioo, udah belum. Gue mau mandi" teriakan berasal dari Ferry yang sedari tadi menggedor gedor pintu kamar mandi.

"BENTAR ARI SIA!" Dengan kesal, gio membuka pintu itu dan menampilkan wajah konyol milik Ferry yang cengengesan.

"Lama banget, "

"Lama lama, nipple gue perih gegara Lo anjinglah." Beber gio pada Ferry, "ntar gue beli salepnya" ujar Ferry lalu mencium bibir gio sekilas dan masuk ke kamar mandi.

25,8,23

[1] SIDE classMATETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang