Kedatangan jea memang benar membawa petaka bagi ferry. Bagaimana tidak, jea sering kali menempel pada gio saat ia akan mendekati kekasihnya itu.
Bukannya apa, Ferry mengerti jika jea memang ingin dekat lagi dengan gio yang sudah tak jea temui beberapa bulan terakhir. Karna kesibukan mereka masing masing.
Tapi kalau gini mah, Ferry gak mau. Saat ia akan mengajak gio kekantin bersama, jea kekeh ingin ikut. Kan Ferry kesal jadinya.
Begitulah hari hari Ferry jalani dengan segala kecemburuan nya pada jea.
***
Ferry sedang ada diwarung belakang sekolah. Dengan sebatang nikotin dibelahan bibir nya. Merokok.
Banyak temannya juga, disana juga ada hakim yang memang sedang tidur. Anaknya begadang katanya makanya sekarang ngantuk.
Entah sudah rokok keberapa yang Ferry isap. Hingga teguran dari hakim membuyarkan lamunannya yang disertai rokok yang terus menerus ia hisap.
"Fer, napa Lo?" Hakim bertanya, tangannya mengambil sebatang rokok milik Ferry yang berada dimeja sana.
Menguarkan asap roko yang dihisapnya, Ferry menarik batang rokok yang ada dibelahan bibir nya. "Kalo gue cemburu gara gara temen gio yang si jea jea itu wajar gak sih?" Tanyanya.
Hakim memantikan api pada batang rokok yang sudah ia selipkan di bibirnya. "Wajar aja sih, kan gio cowo Lo. Dimana letak gak wajarnya?" Ucap hakim, dirinya menyimpan kembali pemantik api itu dimeja.
"Kesel banget bangsat, gini kali ya rasanya cemburu. Sepet tai"
"Sigoblok. Atur jarak antara jea ama gio nya coba. Bilangin ke gio pelan pelan, gosah pake kekerasan." Nasihat hakim.
"Males eyy, gio juga kenapa ga jaga jarak ama jea ya? Mau bikin cemburu gue kah?"
"Lo nanya gue yang bukan pacarnya gio? No sense sekali. Kan Lo yang pacarnya, ngerasanya gimana?"
"Ya gitu aja"
"Goblok." Hakim berujar, namun saat akan berucap kembali ponsel nya berdering, menampilkan nama gifar yang ada dipanggilan itu.
"Bentar," ucap hakim pada Ferry yang sudah mengganti rokoknya kembali dengan yang baru. Ferry hanya mengangguk, kembali menyalakan pemantik pada rokok yang sudah diselipkan di bibirnya kembali.
"Apa gif?" Ujar hakim bertanya pada sebrang telepon,
"Lagi dimana? Kenapa gak masuk? Kalo bolos tu ajak ajaklah, jangan bareng temen ente Mulu" suara gifar terdengar tampak kesal, dan ucapannya memang terdengar hingga Ferry, karna hakim tak menjauhkan diri hanya diam ditempat tadi.
"Sibodoh yang satu ini, kenapa nelpon buruan" iya hakim memaki kekasihnya, kalau gak dia maki agak aneh rasanya, kaya milik gifar —berchanda.
"Heh, bodoh bodoh, gini gini Lo suka Ama gue ya" balas gifar, suara disana terdengar ribut. Entah apa yang diributkan.
"Iye bacot"
3,9,23
KAMU SEDANG MEMBACA
[1] SIDE classMATE
Teen Fiction[ the story already ENDING ] " dimana ini cerita tentang antara dua orang siswa yang berada dalam satu kelas, yang isinya sus semua. " (n.) this bl area | ferry, sergio ©rdhisty - 230818 ending - 230910
![[1] SIDE classMATE](https://img.wattpad.com/cover/349956441-64-k344237.jpg)