"Tak semudah itu. Nona Angel sudah berkali-kali putus dengan nya. Entah apa yang terjadi, mereka balikan seperti tidak ada apa-apa," balas Lona membuat Anya berpikir keras.
Tiba-tiba gadis itu menyimpulkan sesuatu. "Apa jangan-jangan Angel punya pacar banyak itu untuk membuat Chiko marah dan memutus hubungan mereka?"
"Masuk akal juga." Lona setuju yang membuat Anya berbangga diri. Ia merasa sangat jenius hari ini.
Belum selesai membahas Chiko, seorang laki-laki dewasa berbaju serba hitam datang mendekati Anya dan Lona. Ditangan nya ada 2 paperbag besar. "Maaf mengganggu nona Angel. Ada kiriman dari tuan Chiko."
Anya salah tingkah ketika dipanggil 'nona' oleh orang tersebut. Baru kali ini ia disapa begitu lembut dan sopan. Dan langsung saja Anya tersenyum lebar menyambut nya. "Tidak apa. Taruh saja di meja."
Orang tersebut langsung melakukan apa yang Anya perintah lalu mundur beberapa langkah. "Saya izin untuk kembali ke pos jaga."
"Tentu saja!" Anya tersenyum memandangi laki-laki berbaju hitam tersebut sampai menghilang.
Lona yang melihat Anya terus tersenyum seperti itu, langsung menampar bahu Anya. "Kau begitu norak dengan senyum seperti itu."
Anya langsung sewot. "Norak bagaimana? Aku hanya berusaha menjadi orang baik, orang ramah!"
"Iya masalahnya nona Angel itu tidak ramah! Kalau kau tersenyum seperti itu, mirip orang gila!" Lona menghela napas berat. "Sudahlah! Ayo kita lanjutkan!"
"Eh tunggu dulu! Kita buka hadiahnya dulu. Itu nanti juga bisa!" Anya menyeret 2 paperbag yang ada dihadapan nya dengan senyum lebar. Sedangkan Lona hanya bisa pasrah menghadapi nona muda palsunya.
Semerbak enak kue langsung tercium ketika Anya mengeluarkan sebuah kotak dari paperbag. Ketika dibuka, sebuah bolu rasa blueberry terpampang cantik dan menggoda.
"Wah, blueberry! Si Angel suka blueberry? Sama denganku!" Pekik Anya bahagia.
Bagaimana tidak bahagia? Anya hanya bisa makan blueberry ketika ada yang memberi. Atau sisa blueberry setengah busuk dari pedagang buah. Baru kali ini ia makan kue blueberry yang selalu ia lihat di etalase toko kue ketika lewat.
"Kau suka? Tapi nona Angel tidak suka blueberry, ia lebih suka strawberry," Balas Lona yang membuat Anya kebingungan.
"Kau bingung? Apalagi aku. Entah kenapa Chiko itu sering mengirim kue blueberry, padahal nona Angel suka strawberry," Lanjut Lona.
Anya tersenyum tak perduli. "Berarti ini untuk ku! Angel tidak ada disini, lagipula ia juga tidak suka kan?"
Lona mulai tak perduli tentang Anya yang mengoceh tentang betapa enaknya buah blueberry. Pelayan muda itu memilih untuk mencari foto yang ada di smartphone Angel. Sebuah foto berbeda langsung ditunjukan kepada Anya ketika selesai mencari.
"Dia adalah Zavier, pacar ketiga nona Angel."
Anya pun mengurungkan niat untuk mencicipi kue blueberry tersebut ketika Lona menunjukan sebuah foto remaja laki-laki yang bernama Zavier. Zavier tengah berswafoto dengan Angel, beda ekspresi mereka, Angel tersenyum sementara Zavier seperti menahan jijik.
"Apa Angel ini suka dengan Zavier? Dia nampak tersenyum disini, berbeda saat dengan Chiko," komentar Anya.
"Kalau itu aku tak tahu. Ayahnya Zavier itu direktur di perusahaan tuan Amando dia .... "
"Siapa itu Amando?"
Lona mengeram kesal ketika kalimat nya dipotong oleh Anya. "Bisa tidak jangan potong kalimat orang? Ini belum habis aku bicara nya!"
Anya hanya cengengesan menanggapi emosi Lona. "Ya kan aku penasaran! Siapa itu Amando? Apa dia orang kaya juga?"
"Dia ayahnya nona Angel. Tentu saja dia kaya raya."
"Benarkah? Terus dimana dia sekarang? Kok tidak terlihat?"
"Dia sibuk. Sudahlah! Ayo kita lanjut saja yang lain!" Lona kembali mengotak-atik ponsel Angel lalu menunjukan foto laki-laki yang lain lagi. "Dia pacar keempat nona Angel, dia adalah Gio. Kalau Gio ini agak misterius, aku kurang tahu kenapa mereka bisa pacaran. Gio seperti robot jika dilihat-lihat."
Foto sebuah laki-laki berwajah datar sembari membaca buku. Ekspresi nya tak terbaca sama sekali. Diantara pacar Angel yang lain, ini paling aneh.
"Kau bisa kan memutus mereka semua?"
Benar. Apa Anya bisa memutus mereka semua. Seketika Anya jadi ragu. Hanya karena posisi orang kaya, Anya menerima mentah-mentah tawaran Angel. Tiga diantara mereka seperti tidak suka Angel kan? Mereka pasti tidak akan macam-macam.
Tapi bagaimana dengan Chiko?
"Seperti yang ku katakan tadi, Chiko yang menjadi target pertama. Setelah itu aku rasa Gio, dia yang paling aneh! Oh mungkin setelah itu Mateo kemudian Zavier," kata Anya dengan mantap.
"Apa kau tidak mendengar tadi? Chiko .... "
"Aku tahu! Nggak ada salahnya langsung mencoba bukan? Oh iya, nanti ajari aku menggunakan smartphone ya!"
Lona hanya bisa menghela napas berat. Ini lebih sulit daripada yang ia duga. Anya sangatlah berbeda dengan Angel. Angel pendiam, Anya cerewet. Angel sombong, Anya ramah.
Kalau saja yang ada dihadapan Lona ini adalah Angel dan bukan Anya, mungkin ia akan terharu karena akhirnya gadis itu bisa tertawa lebar.
.
.
.
.
.
Golden and Blue.
Story by assitami.
Tap bintang sebelum lanjut ke part berikut nya❤
Tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
Golden and Blue
Teen FictionJadi Atlet itu menyenangkan, tapi tidak lebih menyenangkan dari menjadi orang kaya. Itulah yang Anya pikirkan. Setiap hari berhayal bisa menjadi orang kaya dan hidup enak. Hingga suatu hari ia menabrak Angel menggunakan mobil. Sebagai ganti rugi, A...
