27. Pemakaman

4 0 0
                                        

Ceklek

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ceklek

Baru saja keluar dari kamar mandi, Viara di kejutkan dengan seorang gadis yang tadi terbaring lemah kini berdiri di depan nya dengan horor. Bahkan kaki nya terasa lemas saking kaget nya. Ini lebih seram dari film horor yang ia tonton.

Masalahnya wajahnya sangat serius, membuatnya merasa ngeri menatapnya.

"Aletta, lo ngagetin ih."

Viara mengelus dada nya untuk menetralkan degup jantung nya. Setelah merasa lebih baik, ia menarik gadis dengan dress hitam tadi untuk kembali ke brankar nya.

Bukannya menurut agar duduk atau sekedar berbaring di brankar, Aletta justru menghadap sahabatnya sambil menggenggam kedua tangan gadis itu. Tak lupa mata nya yang menunjukkan raut kesedihan.

"Queen, Rayhan...."

Viara mengelus tangan sahabat nya lembut. Bibirnya tertarik ke atas membentuk senyuman yang menenangkan. "Gue udah tahu. Tapi lo istirahat dulu aja ya. Tenangin pikiran lo."

Aletta menggeleng pelan. Ia semakin mengeratkan genggamannya. "Gue mau lihat dia Queen. Ayo anterin gue."

Viara menggigit bibir nya gusar. Bagaimana ini,dirinya di perintahkan untuk menjaga Aletta agar tidak pergi dari sini, tapi dirinya juga merasa tidak tega melihat sahabatnya merengek seperti ini. Bagaimanapun juga ini kali terakhir mereka bisa bertemu dengan Rayhan. Walaupun sudah menjadi jasad.

"Iya nanti gue anterin ke sana. Tapi lo istirahat dulu ya. Tadi kata Rafael lo belum makan, kita makan dulu okay."

Viara yang akan mendudukkan sahabat nya di brankar merasa susah karena sang empu menahan tubuhnya jauh lebih kuat.

"Gue cuma mau liat Rayhan, Queen. Ayolah, lo tega liat gue kaya gini?."

Tidak, ia tidak bisa jika melihat orang yang merengek padanya. Ia tahu betul jika seseorang meminta sesuatu sampai merengek, itu tandanya bahwa orang tersebut memang sangat menginginkannya. Terlebih ini adalah sahabatnya sendiri.

"Yaudah gue anter ke sana. Tapi lo jangan nekat ya. Apalagi sampe pingsan lagi, gue kuburin lo sekalian."

Aletta menarik bibir nya ke atas. Tanpa pikir panjang ia segera memeluk sahabatnya dengan erat. Tak lupa terus mengucapkan terima kasih.

Sedangkan Viara menghela nafas pasrah. Berharap tidak ada masalah nantinya.

🥀🥀

Sunyi, itulah perasaan yang terasa di hati nya ketika kedua gadis yang baru saja turun dari mobil menginjakkan kaki nya di tempat peristirahatan terakhir.

Walaupun di sana banyak orang yang datang tapi tetap saja perasaannya sunyi.

Apalagi untuk Aletta. Viara yang hanya sebatas sahabat saja sudah merasa sangat sedih, apalagi gadis itu yang sebagai kekasihnya. Yang selalu bersama, dan menjadi tempat ternyamannya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 08, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Queen ViaraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang