CHAPTER 16

34 18 11
                                        

—oOo—

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

—oOo—

Bumi belum terang, mentari masih menyembunyikan separuh tubuhnya, hari ini adalah hari minggu, hari dimana kebanyakan orang akan memanfaatkan waktu untuk bisa tidur lebih lama, merehatkan badan dari lelah 6 hari yang sudah dilewati.

Tapi Jehan mungkin kurang setuju dengan kebiasaan yang sudah diwajarkan itu, dia lebih memilih untuk beraktifitas lebih pagi dan akan bisa istirahat setelah melewati jadwal minggu paginya.

sekarang waktu menunjukkan pukul 5 pagi, Jehan sedang sibuk menyiapkan telur setengah matang untuk dia santap sebelum berolahraga.

Meskipun Mamanya sudah menawarkan diri untuk menyiapkan sarapannya itu, tapi Jehan menolak, selain tidak ingin merepotkan ibunda tercinta, Jehan juga takut Mamanya akan merebus telurnya hingga matang sempurna bukan setengah matang.

"Tina masih tidur yah?" Tanya Jehan setelah duduk di kursi sembari mengoleskan selai pada lembaran roti tawar.

"Iya, kamu olahraga sendiri aja, semalam katanya belum mau lari pagi, capek dia, kemarin habis tampil teater" balas mamanya yang sedang sibuk memotong buah-buahan.

"Raka gimana?"

"Udah sehat, tapi kayaknya kalo aku ajak lari pagi Raka masih belum mau."

"Ya jangan dulu, Walaupun udah sehat, tapi dia masih butuh istirahat, jahitannya di dada juga kemarin dijahit ulang ya? Jadi biarin dulu dia istirahat."

Jehan hanya berdehem. Kemudian mulai menggigit lembaran roti selai stroberi itu.

Buah-buahan segar yang sudah dipotong-potong Firda itu kemudian dimasukkan ke dalam wadah kotak transparan yang dilengkapi dengan penutup di atasnya.

Tak lupa juga Susu Kacang yang dimasukkan ke dalam botol. Firda lalu menaruh kedua wadah itu ke dalam paper bag berukuran sedang. Firda juga memasukkan tablet vitamin rasa jeruk ke dalam paper bag itu.

"Mama titip salam ya ke Raka,"

"Oke"

Semua yang disiapkan oleh Firda adalah untuk Raka, ibu dua anak itu sudah menganggap Raka sebagai anaknya sendiri, selain Raka, Zizi juga sudah dianggap anak olehnya, Firda tidak ingin hal yang terjadi pada Zizi juga dialami oleh Raka.

Sebenarnya perempuan berkepala empat itu sudah mencoba membujuk Raka untuk tinggal beberapa hari dirumahnya dulu sampai dia sembuh total. Tapi Raka menolak, Jehan juga sudah menawarkan diri untuk menemani Raka dirumahnya, tapi Raka juga menolak, Bahkan Raka juga sempat mengusir Jehan karena laki-laki itu memaksa untuk tinggal di rumah Raka.

Ujung Halaman [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang