Jaemin sudah boleh pulang hari ini. Jeno sudah membayar lunas biaya rumah sakit Jaemin. Mark, Haechan dan Hendery sudah berada di dalam mobil. Jeno menggendong Jaemin dan mendudukannya disamping Haechan.
"aku titip Jaemin. segera telepon aku jika terjadi sesuatu" ucap Jeno.
"siap presdir. kalau begitu kita jalan. jika ada sesuatu juga segera hubungi aku" ucap Haechan menunduk.
Jaemin menatap kearah Jeno "Ahjussi tidak ikut?"
Jeno tersenyum.
"aku masih harus menjaga Nono. Kau pulang lah lebih dulu. Ada Haechan dan Renjun yag akan menemanimu" ucap Jeno.
Jaemin mengangguk "kabari aku tentang perkembangan Nono."
Jeno tersenyum mengangguk "aku pasti akan mengabarimu."
Jeno menutup pintu mobil. ia membiarkan Mark meninggalkan parkiran rumah sakit. setelah menghilang dari pandangannya, Jeno pun kembali ke ruang rawat Nono.
Jeno masuk kedalam kamar rawat Nono. suara detak jantung Nono terdengar normal. Jeno duduk di kursi, mengusap wajah menggemaskan yang pucat itu.
"cepat bangun. kau tidak rindu padaku, eum?" tanya Jeno tersenyum getir.
"Nono, sikap Jaemin perlahan melembut. apakah dia sudah menerimaku? maksudku, apakah dia sudah menerima tinggal bersama kita?"
"sejak kemarin, princess mu itu selalu bertanya kapan kau akan bangun. dia menunggumu siuman Nono. Ace juga merindukanmu"ucapnya mengusap poni Nono.
"Nono-ya, cepat pulih" uxcapnya kemudian mengecup kening Nono.
*****
Jaemin menyandarkan tubuhnya di headboard, ia menatap sekitaran kamar. terasa sepi, biasnaya ada Nono yang bermain bersama Ace dan juga Bibble. ah Bibble, dimana kucing putih kesayangannnya?
Pintu kamar terbuka, Haechan menggendong Bibble dan menghampiri Jaemin.
"Bibble" pekik Jaemin merentangkan kedua tangannya.
Haechan memberikan Bibble pada Jaemin.
"sejak kau di rumah sakit. Ace dan Bibble banyak diam. aku khawatir kemudian membawa mereka ke klinik. Dokter mengatakan jika mereka mengalami stress ringan. mungkin karena Ace dan Bibble merindukan tuan nya" ucap Haechan duduk disamping Jaemin.
"apakah belum ada kabar dari Ahjussi tentang Nono?" tanya Jaemin.
Haechan menggelengkan kepalanya.
"aku takut" ucap Jaemin mengelus bulu Bibble.
"Kau tenang saja, Nono anak yang kuat. dia pasti akan siuman dan segera pulih" ucap Haechan mengusap lengan Jaemin.
"tentang Nono. apakah benar jika dia bernama Juno?" tanya Jaemin.
Haechan terdiam sebentar kemudian mengangguk.
"sakitnya Juno tidak akan pernah sembuh meskipun melakukan banyak terapi."
"kenapa?"
"karena Juno selalu menolak itu. ia terperangkap di usia 10 tahun. di usianya yang masih kecil, Juno harus kehilangan kedua orang tua nya. dan membuatnya trauma. sebab itu, Juno selalu menolak untuk kembali pada usia yang sekarang. Jeno tidak keberatan, toh Juno adalah adiknya, kesayangannya. apapun yang Juno inginkan, Jeno akan melakukannya. termasuk kau, Jaemin."
"aku?"
"iya kau. Juno menyukaimu. dia mengatakan jika dia bertemu seorang princesss baik hati yang tidak menghinanya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsessed🔞
RomansaTidak ada yang tidak bisa Lee Jeno lakukan termasuk mencari cara untuk mendapatkan anak bungsu dari seorang Presiden. Konten dewasa!
