~Happy Reading~
-
-
-
"Lepas!" Ujar Nathan yang terlihat tampak risih dengan seorang gadis yang sedari tadi menggelayutinya.
"Ihh gak mau, pokoknya kamu harus anterin aku pulang." Ujarnya manja membuat Nathan dkk mengernyit jijik mendengarnya.
"Woy mak lampir, Lo gak liat apa kalo Nathan risih di gelendotin sama lo mulu." Ujar Angkasa yang terlihat kesal dengan tingkah gadis itu.
"Bacot." Balas Raisa masih dengan bergelayut manja di lengan Nathan, Nathan yang memang sudah tak tahan pun lantas melepaskan tangan gadis itu dengan kasar, untung saja keadaan sekolah sudah sepi dan hanya tersisa mereka saja .
"Stop deketin gue, percuma gue gak bakal bisa suka sama lo! Gue cuma nganggep lo sebagai adek, gak lebih!" Nathan hanya menganggap gadis itu sebagai adiknya saja tak lebih namun justru Raisa salah paham berfikir bahwa kebaikan dan perhatiannya dulu karena suka terhadap gadis itu.
"Tapi gue cinta sama lo!" Ucapnya kekeh.
"Pliss stop ngejar-ngejar gue, dan gue tau sebenernya lo itu gak bener-bener suka sama gue, coba peka dikit, kalo ada seseorang yang bener-bener cinta sama lo! bahkan dia gak perduli sama semua tingkah buruk lo itu." Ujar Nathan mencoba menyadarkan gadis itu, sembari melirik satu orang di antara Meraka yang tengah menatapnya sendu, Nathan tersenyum tipis.
Tanpa menunggu balasan dari Raisa, Nathan langsung saja pergi ke arah Reyhan yang tengah asik meminum es bobanya tak jauh dari mereka, pemuda itu belum pulang karena tadi ia pergi ke kantin dulu untuk membeli es boba kesukaannya.
"Ayok pulang."
"Hah."
"Malah bengong." Nathan yang tak sabar pun lantas menggendong tubuh mungil Reyhan, sontak membuat pemuda itu terkejut lalu memberontak.
"Na apaan sihh!! Turunin, gue malu!"pekik Reyhan, Namun Nathan tak menggubrisnya, pemuda itu mendudukan tubuh Reyhan di atas jok belakang motornya.
Reyhan mengerucutkan bibirnya sebal, membuat Nathan gemas melihatnya, "yakin mau turun, es krimnya nggak jadi nih?" Ujar Nathan menggoda ketika melihat Reyhan yang hendak turun dari motornya.
Reyhan langsung mengingat es krim yang di janjikan oleh Nathan membuat pemuda itu tak jadi turun,"Oh iyaa es krim, jadi lah enak aja! Ayok berangkat!" Ujarnya semangat membuat Nathan gemas lalu mengacak pelan pucuk kepala Reyhan, sontak membuat Reyhan mematung.
setelah itu ia langsung memasangkan helm pada kepala pemuda itu yang kini tampak masih mematung menatapnya.
'gemes banget! Jadi gak sabar buat nikahin.' pekik Nathan dalam hati.
Nathan menaiki motornya, "bro, gue balik duluan ya." Ujar Nathan pada teman-temannya yang masih tampak ternganga terkejut melihat tingkah pemuda itu yang sangat berbeda.
"Ehh iyaa, jadi ngumpul kan nanti malem?" Tanya Janu yang saat itu sudah tersadar dari keterkejutannya.
"Liat nanti." Balas Nathan lalu menjalankan motornya meninggalkan sekolah.
"Itu beneran pak bos? Gue jadi curiga mereka ada hubungan deketnya gak normal cuy." Ujar Renaldi sembari memasang wajah tak percaya begitu pun dengan yang lainnya.
"Udah keliatan sihh, lo pada gak liat gimana jijiknya pak bos pas dideketin cewek?" Ucap Angkasa menatap mereka.
"Iyaa juga sih baru sadar gue, terus kita mau gimana?"
"Yaa gak gimana-gimana, gue sih gak masalah, lagian zaman sekarang hubungan kaya gitu bukan hal yang tabu lagi kan." Ujar Danu menjawab pertanyaan Renaldi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi? (JaemRen)
FantasyWarning! area BXB gasuka? jangan di baca. Menceritakan tentang Rayhan Saputra, yang mengalami nasib sial yang sangat-sangat tak masuk akal di pikiran manusia, yaitu bertransmigrasi pada sebuah cerita novel yang di tulis oleh penulis favorit adiknya...
