15

5.3K 390 4
                                        

Happy Reading
_
_
_

"Rey, makan dulu terus minum obatnya biar cepet sembuh." Bujuk Bunda sembari mengelus lembut kepala putranya.

"Nggak mauu, nggak enak hambar, gak ada rasanya." Reyhan menutupi wajahnya menggunakan selimut, pemuda  mungil itu kini tengah demam setelah kejadian kemarin.

Bunda menghela nafas panjang, "dikit aja, 3 sendok yaa biar perutnya ke isi  buat minum obat."

"Emang Rey mau sakit terus, hmm?" Reyhan menggelengkan kepalanya pelan.

"Yaudah duduk dulu, makan buburnya terus minum obat." Reyhan menurut lalu memakan buburnya setelah itu langsung meminum obat yang di sediakan sang Bunda.

Wanita itu tersenyum, "nahh Sekarang bobo lagi yaa, biar cepet sembuh."

"Bund, kepala Rey pusing." Adunya dengan suara lemah.

"Makanya sekarang tidur lagi yaa, Biar pusingnya ilang."

"Eummm iyaa."

Tak lama, kemudian Reyhan pun langsung tertidur mungkin karena efek obat yang di minumnya membuatnya jadi mengantuk.

Melihat putranya yang sudah terlelap, bunda pun keluar dari  kamar Reyhan.

Ting... Tong...

Bunyi bel rumah Reyhan berbunyi, bunda pun lantas berjalan keluar rumah untuk membukakan pintu.

"Haris?? Udah lama bangett gak maen kesini."

"Hehe iyaa bund, maaf biasa dehh orang sibuk." Ujarnya menyengir kuda membuat wanita itu terkekeh pelan di buatnya.

"Sibuk rebahan yaa, yaudah yukk masuk." Ajak bunda kepada Haris.

"Hehe... oh yaa Reyhan dimana bund?" Tanya Haris celingukan mencari sosok yang sahabatnya itu.

"Rey ada  dikamar, lagi demam, kena hujan kemarin."

"Ooh gitu yaa bund, yaudah Haris izin ke kamar Rey ya bund." bunda pun mengangguk sebagai jawaban.

Setelah itu Haris pun langsung bergegas menuju kamar Reyhan.

Tampak Reyhan tengah duduk sembari meminum air disana saat ia membuka pintu kamar  pemuda itu, Reyhan menoleh saat mendengar suara pintu terbuka, wajahnya kini tampak pucat.

"Lo kok bisa kehujanan sih Rey? Gimana Sekarang udah mendingan belum? Atau masih pusing?" Ujar pemuda itu khawatir sembari menempelkan punggung tangannya pada kening Reyhan.

"Emm udah mendingan kok."

"Syukurlah, maaf yaa gue kesini gak bawa apa-apa."

"Iyaa gak papa, tapi besok kalo gue udah sembuh, sebagai gantinya lo traktir gue di kantin sekolah yaa." Ujarnya bercanda.

"Haha Siap bos, makanya jangan males makan sama minum obat biar cepet sembuh." Ujar Haris mengingatkan, pasalnya ia tahu bahwa sahabatnya itu jika sakit pasti akan sulit bila di suruh untuk makan dan meminum obatnya.

Haris menaruh tasnya di sofa yang berada disana lalu duduk di samping Reyhan, "ngerjain tugas kelompoknya besok aja deh yaa, ngumpulnya masih minggu depan ini." Ucap Haris  tangannya terangkat untuk memijit pelan kepala Reyhan.

"Eumm... Maaf yaa, gara-gara gue jadi di undur ngerjain tugasnya."

"Nggak papa elah, santai aja. Kesehatan Lo lebih penting apalagi bentar lagi kan mau UTS."

"Yaudah, gue balik deh yaa, maaf ganggu waktu istirahat Lo, cepet sembuhh nanti gue beliin coklat sama es cream." Ujar Haris sembari tersenyum lalu meraih tasnya.

Transmigrasi? (JaemRen) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang