05

8.3K 700 29
                                        

~Happy Reading~
-
-
-

   Kini terhitung sudah seminggu sejak Reyhan mengetahui fakta yang menurutnya sangat membagongkan itu, ia benar-benar menjauhi sosok Nathan dan sebisa mungkin menghindar dari Pemuda itu.

Dan karena tindakannya itu, ia berhasil membuat sosok dingin seperti Nathan menjadi uring-uringan di buatnya.

pemuda itu menjadi mudah emosi, ia melampiaskannya dengan balap liar dan berkelahi, bahkan ia kini tengah di skors karena berkelahi  sampai menyebabkan sang lawan masuk ke rumah sakit.

"Kenapa Sayang? Mama liat-liat akhir-akhir ini kamu uring-uringan gak jelas mulu." Tanya mama Nathan, bingung terhadap tingkah aneh putranya akhir-akhir ini.

"emm habis di tolak cewek yaa?" tanya-nya menggoda sang putra.

Nathan menggeleng, "nggak enak aja, yang ada sebaliknya Nathan nolak cewe." jawab Nathan dengan suara tak jelas karena teredam perut sang mama.

"yaudah sekarang jujur sama mama, siapa tau mama bisa bantu." ujar wanita paruh baya itu sembari mengelus lembut rambut putranya.

Nathan bangun lalu duduk menyandarkan kepalanya pada pundak sang mama, "mah." panggil Nathan.

"kenapa hm?"

Nathan tersenyum membayangkan seseorang yang selalu memenuhi pikiran dan hatinya, "Nathan suka sama seseorang, dia manis, lucu, gemesin pokoknya semuanya di borong sama dia." mama Nathan diam membiarkan putranya itu bercerita, beliau tersenyum sembari mengelus punggung tangan putranya, ahh putranya ternyata sudah besar. ia jadi penasaran dengan gadis yang berhasil menarik perhatian putranya itu.

"dia juga pinter, kalo deket dia Jantung Nathan langsung ribut gak mau diem, terus maunya pengen deket dia mulu, kalo gak ketemu sehari rasanya tuhh...  ahh gitu deh, tapi-" suara pemuda itu berubah murung.

"tapi kenapa hmm?"

"dia akhir-akhir ini kaya jauhin Nathan, kalo ada Nathan dia selalu ngehindar."

"kamu ngerasa ada salah nggak sama dia?"

"nggak kok, tapi gatau kenapa dia tiba-tiba jauhin Nathan gitu aja." ucap Nathan mengerucutkan bibirnya, sebal dengan Reyhan yang tiba-tiba menjauhinya tanpa alasan, yaa beginilah sifat asli pemuda dingin itu jika sudah bersama dengan sang mama tercinta.

"yakin? udah nanya? siapa tau kamu ada salah tapi nggak sadar?" Nathan menggelengkan kepalanya pelan.

mama Nathan tersenyum,"coba besok tanya baik-baik sama dia, tanya kenapa dia jauhin kamu."

"iyaa mah."

"hmm... mama jadi penasaran, cewek mana sih yang berhasil narik perhatian anak Kesayangan mama ini." godanya sembari mencubit hidung mancung putranya, gemas.

mendengar perkataan mamanya sontak membuat Nathan menggigit bibir bawahnya gugup.

"eumm... mama kenal kok."

"Ah masa sih? mama jadi makin penasaran, emm bentar-bentar mama coba tebak...." mengetuk-ngetuk dagunya pelan  sembari mencoba mengingat-ingat gadis mana yang terlihat dekat dengan putranya.

"hmm... Raisa yaa anaknya tante Riana?" tebak mama Nathan sembari tersenyum jail, setelah di ingat-ingat gadis itu lah yang tampak dekat dengan putranya.

Nathan sontak berdecak, " Ck bukan mah, amit-amit Nathan mana mau sama cewek centil itu." ujarnya sedikit bergidik geli mengingat tingkah gadis itu yang selalu menempel padanya membuatnya risih.

Transmigrasi? (JaemRen) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang