~Happy Reading~
***
Taehyung menatap sengit orang-orang yang kini duduk di meja makan. Wajahnya tidak bersahabat dan sedang mode senggol bacok. Tapi, untuk Jungkook itu pengecualian. Matanya beralih melirik ke arah Daejun yang sedang menatap haru anak-anaknya serta para sepupu yang berkumpul, lalu dua sosok asing yang masih tidak bisa dia terima kehadirannya.
Jira dan Jihoon.
Taehyung meremat sendok dan garpu di tangan untuk meredam kesal yang memuncak ketika melihat Jihoon terus menatap Jungkook dengan pandangan penuh intimidasi. Tidak ada yang boleh menatap benci pada adiknya, tidak ada yang boleh menatap adiknya dengan tatapan seperti yang Jihoon tunjukkan.
"Mata lo gagal fungsi apa gimana? Ngeliatin adik gue sampe segitunya." celetuk Taehyung yang sukses membuat Jihoon mengalihkan tatap pada piring di hadapannya.
Semua orang berhenti bergerak untuk beberapa detik ketika suara bariton Taehyung terdengar tidak selembut biasanya.
Jeonghun yang duduk tepat di samping Taehyung lantas menepuk pundak Taehyung lembut. "Jangan bikin keributan. Nanti setelah makan malam selesai kita ngobrol, ya," bisik Jeonghun.
Taehyung mendengus kesal lalu melanjutkan makannya yang sempat terhenti. Kalau boleh jujur, sebenarnya ia tidak ingin ada di sini. Satu meja makan dengan Jira dan Jihoon adalah hal yang paling tidak ia inginkan, meskipun dua hari lalu ia sudah mengikuti saran Jungkook untuk memikirkan kebahagiaan ayahnya.
Taehyung memang mengiyakan saran itu sampai makan malam ini bisa terjadi. Makan malam sekaligus pengumuman pernikahan Daejun dan Jira. Bibirnya mengiyakan, namun tidak dengan hatinya.
"Adek cobain ayam punya Hyung deh, enak tau." Jimin menyodorkan potongan ayam kecap ke depan mulut Jungkook yang langsung diterima Jungkook dengan senang hati. "Iya, kan?"
Jungkook mengangguk setuju. "Enak, Hyung."
"Kamu di sekolah sibuk apa, Dek?" Hoseok yang duduk tepat di hadapan Jungkook mengajukan pertanyaan.
Jungkook mengunyah ayam di mulutnya sampai habis, lalu meneguk sedikit air dari gelasnya sebelum menjawab pertanyaan Hoseok. "Lagi sibuk banget latihan basket, soalnya mau ada pertandingan bulan depan." jawabnya.
"Oh iya? Hyung boleh dateng nggak buat liat pertandingannya?" Hoseok bertanya lagi dan kali ini lebih excited.
"Boleh. Semuanya boleh dateng, kok."
"Selain basket, Adek sibuk apa lagi?" Yoongi ikut bertanya. Makanan di piringnya sudah habis dan langsung duduk menghadap Jungkook yang masih asik mengunyah sampai pipinya menggembung lucu.
Jungkook berdehem pelan dan panjang memikirkan jawaban untuk pertanyaan Yoongi. "Nggak ada sih, paling cuma bantu-bantu OSIS yang mulai persiapan buat pemilihan ketua OSIS baru." jawabnya.
"Adek nggak ikut daftar OSIS?" Jungkook mengalihkan tatap pada Seokjin yang juga ikut bertanya. Lalu, gelengan kepala ia tunjukkan sebagai jawaban.
"Terlalu sibuk kegiatannya, Hyung. Aku liatnya aja nggak kuat ditambah aku udah sibuk sama basket dan dipilih langsung sama Pak Jungwoon sebagai tim inti," jelasnya.
"Jangan terlalu capek loh, Dek, nanti kalo sakit ngerengek kayak bayi." celetuk Namjoon yang disambut tawa renyah dari saudaranya yang lain.
Jungkook ikut tertawa, membenarkan celetukan Namjoon yang mengatakan kalau dirinya akan bersikap seperti bayi ketika sakit.
Pertanyaan demi pertanyaan lain terus terlontar di antara tujuh saudara di meja makan itu. Pertanyaan yang lebih sering terlontar untuk Jungkook karena semua kakaknya yang over protective dan ingin tahu batas kekuatan tubuh Jungkook yang digunakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Semesta [TERBIT]
FanfictionDia si prioritas 3 kakak kandung dan 3 kakak sepupu. Dia yang selalu jadi pusat kebahagiaan dan kasih sayang keluarga besar. Dia yang sejak kecil sangat dijauhkan dari hal-hal yang bisa memicu timbulnya rasa sakit pada tubuh dan hatinya. Terlalu sem...
![Semesta [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/354223859-64-k146336.jpg)