Semesta [23]

2.9K 168 108
                                        

~Happy Reading~

***

Berbagai menu lezat tersaji di atas meja makan. Beberapa menu terlihat dibedakan karena Jira selalu mengingat apa-apa saja alergi yang Jungkook miliki dan tidak mau ada kejadian yang nantinya akan membuat Jungkook sakit. Terlihat berlebihan, padahal Jungkook bisa makan banyak menu selain seafood, tapi Jira selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anak bungsunya.

Satu piring besar ayam mentega menjadi menu terakhir yang diletakkan Jira di tengah meja bersamaan dengan kehadiran Namjoon dan Jihoon. Keduanya sudah segar dengan rambut sedikit basah serta aroma shampoo yang lembut.

"Mama happy banget Papa mau pulang sampai seeffort ini nyiapin menu." ucap Jihoon. Wajahnya begitu berseri karena melihat wajah sang ibu yang sangat bahagia.

"Papa pasti seneng banget liat menu sebanyak dan seenak ini," Namjoon menarik kedua sudut bibirnya cukup lebar. "Ditambah liat Mama yang cantik." sambungnya.

Jira menggeleng tersipu. "Kalian ini emang paling bisa kalo soal godain Mama."

Ketiganya tertawa bersama, kemudian menarik kursi masing-masing untuk duduk dan menunggu anggota yang lain serta sang ayah yang masih dalam perjalanan.

Suasananya hangat. Sangat hangat. Namun, sangat jauh berbeda dengan yang dulu pernah berlalu. Jungkook mencoba tersenyum dari kejauhan menatap pemandangan itu.

Rindu.

Tiba-tiba ia menjadi sangat rindu dengan momen ketika menunggu Daejun pulang dari luar kota atau luar negeri dan Arra akan menyiapkan berbagai menu lezat yang akan mereka santap bersama ketika Daejun sudah datang.

Canda tawa itu masih begitu membekas. Segala keusilan Taehyung yang akan membuat Seokjin dan Namjoon kesal, membuat kedua orang tuanya tertawa gemas. Sekarang, pemandangan itu ada lagi. Suasana itu datang lagi. Namun, rasa bahagia itu menjauh dari dekapan yang membuat Jungkook kembali merasakan sebuah rasa tidak nyaman yang akhirnya ia ketahui bernama, sesak.

"Kenapa diem di sini? Ayo ke meja makan." Taehyung baru saja turun dan mendapati Jungkook yang melamun di depan kamarnya sembari menatap ke arah ruang makan di mana Namjoon, Jihoon dan Jira tengah bergurau bersama. Tangannya langsung merangkul bahu sang adik dan membuat lamunan itu buyar dengan mata mengerjap mengumpulkan kembali kesadaran.

Jungkook mengulas senyum tipis. "Aku baru keluar kamar, kok, Hyung," balas Jungkook.

Taehyung mengangguk percaya, kemudian menarik tangan Jungkook menuju meja makan yang kini sudah sedikit hening karena Jira pergi ke depan untuk menyambut kedatangan Daejun.

Ada degupan aneh di dalam dadanya. Degupan yang berlangsung bersama dengan dentuman-dentuman kecil yang membuat Jungkook duduk di kursinya sembari menautkan kedua tangannya, gelisah.

Apa ada hal buruk? Sesuatu yang buruk? Jungkook menggeleng guna mengenyahkan pikirannya yang melayang kemana-mana dengan banyaknya pikiran negatif setelah apa yang ia perbuat sebelun keluar dari dalam kamarnya.

Derap langkah disertai sedikit gurau yang perlahan mendekat, membuat tubuh Jungkook semakin tegang. Tautan kedua tangannya mengerat tanpa ia sadari karena rasa takut yang mulai membuatnya sangat tidak nyaman.

"Gimana kabarnya? Semua baik-baik aja?" Itu suara Daejun. Mengalun begitu lembut menyapa seluruh anak-anaknya, kecuali Seokjin yang memang belum pulang. Entah kemana dia, padahal sebelumnya sudah mengatakan ingin segera sampai di rumah sebelum ayahnya sampai lebih dulu.

"Aman terkendali, Papa." jawab Taehyung.

Makan malam itu berlanjut tanpa ada sesuatu yang aneh. Daejun tidak menanyakan banyak hal karena banyak menghabiskan sesi bercerita dengan Jira seputar apa-apa saja yang dilalui anak-anak dan juga perkembangan bisnis. Padahal, selama Daejun pergi, Jira sangat jarang sekali di rumah karena pekerjaan yang menumpuk dan banyaknya jadwal meeting. Jira hanya akan ada di rumah ketika hari sudah mulai larut, anak-anak sudah tidur, lalu menghabiskan waktu untuk memandangi Jungkook sampai jam satu pagi.

Semesta [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang