KABAR DUKA 🥀

48 3 0
                                        

Sersan theo ke markas dengan sendiri, padahal seharusnya sersan theo balik berdua bersama sersan bagas tapi takdir tuhan lah yang tak mengizinkan sersan bagas pulang bersama theo. . .

" jahat lo gas , berangkat berdua pulang malah gua sendiri " ucap theo sambil meneteskan air mata nya

" Sersan theo dimana sersan bagas ? " tanya letnan gathan yang melihat sersan theo meneteskan air mata

" mohon izin komandan , sersan bagas " sersan theo menghentikan pembicaraan nya dan mencoba menguatkan hati

" iya sersan bagas kemana ?" Tanya letnan gathan

" gugur " jawab sersan theo yang sudah tak sanggup berbicara

" Tenangkan diri kamu , apakah ada amanat yang beliau sampai kan atau titipkan ?" tanya letnan gathan

" surat yang dia titip ke letnan tolong di kasih ke aluna dan laura , sampaikan ke aluna jangan menangisi kakaknya dan tolong lindungi aluna sampai kapanpun " jawab sersan theo sambil menangis

" sudah tenangkan diri kamu , biar saya yang urus semua " ucap letnan gathan

letnan gathan ke pelabuhan . . .

" bagas terimakasih untuk jasa mu , saya akan menjaga aluna istirahat yang tenang " teriak letnan gathan

letnan gathan begitu kehilangan sosok Bagas , Bagas adalah laki laki yang selalu menepati janjinya , dan gathan juga telah berutang nyawa kepada Bagas jadi letnan gathan akan menebus hutangnya dengan menjaga aluna . . .

flashback 2015 ( saat sersan bagas menolong letnan gathan ) . . .

" bagas kamu jaga bagian selatan biar bagian barat saya yang jaga " ucap letnan gathan

" maaf komandan bukan tidak mengikuti perintah tapi daerah barat jauh lebih bahaya dan berstatus zona merah , saya tidak akan membiarkan komandan sendirian berjaga di sana " jawab sersan bagas

" sersan bagas , ini perintah ikuti perintah tanpa penolakan dari atasan kamu paham !" Ucap tegas letnan gathan

" baik siap mohon izin komandan " Jawab bagas yang hormat lalu meninggalkan letnan gathan

Letnan gathan berjalan ke arah barat , namun bagas ada laki laki yang ngeyel dan dia tidak mengikuti perintah sang atasan dia malah mengikuti secara diam letnan gathan . . .

sebuah anak panah dari arah belakang di lepaskan menuju arah letnan gathan tanpa sadar . . .
sersan bagas berlari sekencang mungkin dan mendorong letnan gathan hingga membuat anak panah ini menusuk lengan bagian kiri sersan bagas . . .

" BAGAS " teriak letnan gathan yang kaget karena tangan kiri Bagas sudah bercucuran darah

" komandan gapapa " jawab sersan bagas sambil tersenyum

" KAMU TIDAK MENGIKUTI PERINTAH YANG SAYA SURUH " ucap penuh emosi dan perasaan takut letnan gathan

" maaf komandan saya ga bisa membiarkan calon kakak ipar saya sendiri di zona merah seperti ini " jawab bagas sambil tertawa menahan sakit

" laura , kamu ga salah memilih laki laki seperti bagas , dia anak yang kuat dan sosok yang rela berkorban " batin letnan gathan

" AYO OBATI LUKA KAMU " ucap letnan gathan

letnan gathan dan sersan bagas ke tenda penjagaan untuk mengobati luka sersan bagas . . .

" Kamu besok besok jangan kaya gini lagi bagas , kamu harus ingat kalo kamu juga punya keluarga penting kan nyawa dan keselamatan kamu " ucap letnan gathan

AETERNUSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang