Sersan theo ke markas dengan sendiri, padahal seharusnya sersan theo balik berdua bersama sersan bagas tapi takdir tuhan lah yang tak mengizinkan sersan bagas pulang bersama theo. . .
" jahat lo gas , berangkat berdua pulang malah gua sendiri " ucap theo sambil meneteskan air mata nya
" Sersan theo dimana sersan bagas ? " tanya letnan gathan yang melihat sersan theo meneteskan air mata
" mohon izin komandan , sersan bagas " sersan theo menghentikan pembicaraan nya dan mencoba menguatkan hati
" iya sersan bagas kemana ?" Tanya letnan gathan
" gugur " jawab sersan theo yang sudah tak sanggup berbicara
" Tenangkan diri kamu , apakah ada amanat yang beliau sampai kan atau titipkan ?" tanya letnan gathan
" surat yang dia titip ke letnan tolong di kasih ke aluna dan laura , sampaikan ke aluna jangan menangisi kakaknya dan tolong lindungi aluna sampai kapanpun " jawab sersan theo sambil menangis
" sudah tenangkan diri kamu , biar saya yang urus semua " ucap letnan gathan
letnan gathan ke pelabuhan . . .
" bagas terimakasih untuk jasa mu , saya akan menjaga aluna istirahat yang tenang " teriak letnan gathan
letnan gathan begitu kehilangan sosok Bagas , Bagas adalah laki laki yang selalu menepati janjinya , dan gathan juga telah berutang nyawa kepada Bagas jadi letnan gathan akan menebus hutangnya dengan menjaga aluna . . .
flashback 2015 ( saat sersan bagas menolong letnan gathan ) . . .
" bagas kamu jaga bagian selatan biar bagian barat saya yang jaga " ucap letnan gathan
" maaf komandan bukan tidak mengikuti perintah tapi daerah barat jauh lebih bahaya dan berstatus zona merah , saya tidak akan membiarkan komandan sendirian berjaga di sana " jawab sersan bagas
" sersan bagas , ini perintah ikuti perintah tanpa penolakan dari atasan kamu paham !" Ucap tegas letnan gathan
" baik siap mohon izin komandan " Jawab bagas yang hormat lalu meninggalkan letnan gathan
Letnan gathan berjalan ke arah barat , namun bagas ada laki laki yang ngeyel dan dia tidak mengikuti perintah sang atasan dia malah mengikuti secara diam letnan gathan . . .
sebuah anak panah dari arah belakang di lepaskan menuju arah letnan gathan tanpa sadar . . .
sersan bagas berlari sekencang mungkin dan mendorong letnan gathan hingga membuat anak panah ini menusuk lengan bagian kiri sersan bagas . . .
" BAGAS " teriak letnan gathan yang kaget karena tangan kiri Bagas sudah bercucuran darah
" komandan gapapa " jawab sersan bagas sambil tersenyum
" KAMU TIDAK MENGIKUTI PERINTAH YANG SAYA SURUH " ucap penuh emosi dan perasaan takut letnan gathan
" maaf komandan saya ga bisa membiarkan calon kakak ipar saya sendiri di zona merah seperti ini " jawab bagas sambil tertawa menahan sakit
" laura , kamu ga salah memilih laki laki seperti bagas , dia anak yang kuat dan sosok yang rela berkorban " batin letnan gathan
" AYO OBATI LUKA KAMU " ucap letnan gathan
letnan gathan dan sersan bagas ke tenda penjagaan untuk mengobati luka sersan bagas . . .
" Kamu besok besok jangan kaya gini lagi bagas , kamu harus ingat kalo kamu juga punya keluarga penting kan nyawa dan keselamatan kamu " ucap letnan gathan
KAMU SEDANG MEMBACA
AETERNUS
Teen Fiction"aku bukan pemilik keabadian na , itu sebabnya aku ingin mengabadikan kamu didalam tulisan yang aku tulis dengan penuh rasa bangga" - baskara " Tolong bahagiakan dia tuhan , apapun alasannya " - aluna " Lebih baik mencintai dari pada gua di cintai n...
