Perlahan tapi pasti, semua orang yang Dayana sayangi pergi meninggalkan Dayana. Mulai dari Mama, Papa, Kakak, Oma, Arkana, apakah sekarang Arjuna juga akan pergi meninggalkannya?
Terlalu banyak luka yang tersimpan, fisiknya tak berdarah, tapi hatin...
hallo.. gimana part sebelumnya gais? hehehe ini aku up lagi, gatau pengen aja cepet" up. selamat membaca yaa💋
○○○○○○○ "Mimpi itu, benar-benar terasa nyata" ~ ~ ~
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Malam hari, South Korea.
Dayana sudah sangat lelah karena seharian belajar tentang perusahaannya dan juga berjalan-jalan. Tapi ia bersyukur karena ia dengan mudah belajar hal-hal baru.
"Ar-ka", gadis itu menatap jijik laki-laki yang berada di depan matanya itu.
Arkana membuka matanya perlahan, rasa sakit dikepalanya menyerangnya lagi, matanya menatap sekeliling, mencari darimana sumber suara itu.
Mata Arkana terbelalak, ia langsung bangkit dari tidurnya, mengabaikan rasa pusing dikepalanya.
Gadis itu reflek menutup memejamkan matanya, melihat Arkana tanpa busana, ia benar-benar jijik sekarang, apalagi melihat wanita yang tak jauh beda seperti Arkana masih memejamkan matanya.
Arkana yang melihat perempuan didepannya itu menutup mata, ia reflek melihat kearah tubuhnya, mata Arkana membulat, ia langsung buru-buru memakai pakaiannya. Ketika selesai memakai pakaian, Arkana menghampiri perempuan itu.
"Naa, ini ga seperti yang kamu lihat", ya, gadis itu adalaha Dayana. Arkana mencoba meraih pundak Dayana, namun Dayana langsung menjauhkan diri, ia tak sudi disentuh lelaki kotor seperti Arkana.
"Stop Arka, jangan sentuh gue!", Dayana berteriak, sampai membangunkan perempuan yang masih tertidur itu.
"Lo kenapa sih Ka? Gue ada salah apa sama lo! kenapa lo tega tidur sama perempuan!", Dayana kembali berteriak.
Tubuh Arkana melemas, ia masih menepis semua ini, ia benar-benar tidak pernah berfikir untuk tidur dengan perempuan lain.
"Sayang, Arka minta maaf, Arka gatau ini semua terjadi, Arka dijebak!", Arkana mencoba membela dirinya, namun nihil Dayana tidak akan percaya.
"Di jebak? HAHAHAHA! Lawak lo Ka! Lihat siapa yang tidur sama lo? Adek tiri gue Ka!", air mata Dayana sudah mengucur, padahal ia sudah menahan untuk tidak menangis.
Arkana membulatkan matanya, bagaimana ia bisa tidak dengan adik Dayana? semalam yang ia ingat hanya pergi ke club dan mabuk. Tapi ia benar-benar tidak bisa mengingat kejadian semalam.
"Naa, Aku dijebak Na, Kamu tau kan kalo selama ini yang ngejar aku dia? Aku ga pernah ada rasa sedikitpun untuk dia", Arkana menatap tajam adik tiri Dayana itu.