chap10

19 3 0
                                        

hallo!
aku kembaliii
selamat membacaa💓💓

○○○○○○○
"Cinta itu buta, apapun cara akan dilakukan, walau dengan cara haram sekalipun"

~
~
~

~~~

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.




Arkana hari ini tidak masuk sekolah, karena dirinya harus ikut keluarganya menghadiri acara pernikahan sepupunya.

Arkana mengajak Dayana untuk ikut ke pasta itu, tapi Dayana menolak, ia masih takut untuk bertemu dengan keluarga Arkana. Benar saja, sejak awal pacaran, ia tak pernah bertemu dengan keluarga Arkana.

Dayana berjalan di koridor sekolah, tatapannya fokus pada handphone yang ia mainkan. Fokusnya teralih saat seseorang menabrak dirinya.

Dayana melihat siapa yang barusan menabraknya, ternyata itu adalah Ellora. Entah sekarang apalagi yang akan Ellora lakukan padanya.

"Upss, ga sengaja", Ellora seperti mengejek Dayana. Untung saja Dayana masih memiliki kesabaran.

Dayana lebih memilih melanjutkan jalannya, daripada mengurusi adik tirinya yang gila itu.

"Gue belom selesai sama lo", Ellora mencengkram pergelangan tangan Dayana, membuat Dayana meringis karena cengkramannya yang begitu kuat.

"Jauhi Arkana, lo ga pantes sama dia", Ellora membisikkan itu ketelinga Dayana.

"Gak akan! Lo harusnya sadar, Arka itu jijik sama lo, kalo Arka tau lo giniin gue, abis lo besok!", Dayana mencoba mengancam Ellora, tapi ternyata Ellora tak getar.

"Siapa peduli? Gue bahkan berani bunuh lo demi Arkana", Ellora tersenyum miring. Benar-benar fikiran orang gila.

"Dan sebelum lo bunuh gue, gue pastiin lo lebih dulu abis ditangan gue", setelah mengatakan itu, dengan cepat ia melepaskan cengkraman Ellora. Ia meninggalkan Ellora yang masih tersenyum sinis.

"Oh ya? Lo liat apa yang bakal gue lakuin ke lo".

◇◇◇◇◇

Disisi lain, Arkana lebih dulu pulang dari pasta itu, ia merasa kesal, karena Ayahnya terus membandingkan dirinya dengan Kakak laki-lakinya.

Arkana pergi ke salah satu Cafe, ia ingin menenangkan dirinya dulu, lalu ia akan mampir kerumah Dayana.

Tanpa diduga, Ellora datang dan duduk satu meja dengan Arkana. "Ngapain lo duduk disini, pegi sana, jauh-jauh dari gue".

"Judes banget sih Ka, gue cuma pengen duduk disini doang. Mba, saya pesen hot chocolate satu", setelah pelayan itu pergi, Ellora kembali menatap Arkana.

MEMELUK LUKATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang