"Tolong hukum dia dengan berat phansa-nim, dia telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga selama bertahun tahun, bahkan hingga ibu dari korban alias istri dari terdakwa memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri." Ucap Seokjin.
"Heh kau apa apaan, tau darimana kau kalau aku melakukan KDRT selama bertahun tahun huh? Darimana kau tau istriku menghakhiri hidupnya sendiri huh? Dasar mengarang cerita." Sanggah si Jeon lagi, tentu ia tidak mau kalah dari Seokjin.
"Diam kau! Aku mendengarnya langsung dari Jungkookie selaku korban disini!"
"Aish anak sialan itu!" Gumam si Jeon.
*****
"Terdakwa melakukan kekerasan selama bertahun tahun, dan tiga bulan yang lalu terdakwa menyerang kembali dan bahkan kali ini benar benar menusuk korban dengan pisau." Ucap Seokjin.
"Hey jangan menuduhku sembarangan seperti itu! Mana buktinya kalau aku yang menusuk dia huh?!"
"Terdakwa, tolong diam, biarkan saksi menjelaskan terlebih dahulu." Ucap sang hakim.
"Kau ingin bukti huh?" Seokjin menghampiri meja sang jaksa dan ia mengambil pisau barang bukti dan melemparnya pada meja si Jeon, "Tuh bukti! Itu pisau yang kau gunakan untuk menusuk dia, tidak perlu mengelak, sudah terbukti di pisau itu ada sidik jarimu." Ucapnya, lalu menyeringai, setelah itu ia kembali duduk di kursinya.
Si Jeon pun akhirnya diam tak berkutik, memang benar itu pisau yang di gunakannya untuk melukai Jungkook.
"Ok memang aku yang menusuk dia." Jujur si Jeon pada akhirnya, "Tapi mana bukti kalau aku melakukan kekerasan selama bertahun tahun huh?!" Tanyanya.
Seokjin menyeringai, "Tolong putar." Perintahnya.
Sebuah layar yang ada di ruang itu pun menyala dan menampilkan beberapa orang yang bersaksi jika mereka melihat si Jeon melakukan kekerasan pada keluarganya berkali kali.
"Mereka adalah tetangga dari keluarga terdakwa yang berada di Busan, mereka mengaku seringkali mendengar pertikaian di keluarga terdakwa, beberapa dari mereka juga seringkali melihat jika istri dan anak dari terdakwa dianiaya oleh terdakwa." Jelas Seokjin.
Si Jeon pun terdiam, ia tidak melawan lagi perkataan Seokjin. Kedua tangannya terkepal, lalu tiba tiba ia menggebrak meja.
BRAK
"YAK! Kemarilah anak sialan KEMARILAH!!" Si Jeon hendak menghampiri Seokjin untuk menghajarnya namun ia di tahan oleh beberapa penjaga dan akhirnya di bawa pergi dari ruang persidangan itu.
"YAK! SIALAN BAJINGAN KEPARAT SINI KAU!!" Teriak si Jeon mengumpati Seokjin.
Seokjin menyeringai, ia menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi.
"Terdakwa melakukan kekerasan dalam rumah tangga dan melakukan percobaan pembunuhan terhadap korban yang saat ini sedang koma, dengan itu terdakwa dijatuhi hukuman penjara selama dua puluh tahun, dan apabila sang korban berakhir meninggal maka hukuman terdakwa berganti menjadi penjara seumur hidup."
Tok
Tok
Tok
Persidangan pun selesai, si Jeon berakhir di jatuhi hukuman penjara selama 20 tahun untuk saat ini, namun saat Jungkook berakhir meninggal maka hukumannya berganti menjadi penjara seumur hidup.
Seokjin menghela napas lega, ia cukup puas dengan hasilnya, ia pun berbalik dan menatap kedua orang tuanya juga para sahabatnya, mereka tersenyum padanya dan memberi acungan jempol. Seokjin pun ikut tersenyum.
-----
Saat ini, Seokjin berada di rumah sakit, berdua dengan Jungkook yang masih tetap terbaring koma, sedangkan yang lain tidak ikut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love In Silence [JinKook]
Fanfiction[Completed] Kim Seok Jin, seorang murid yang populer di sekolahnya karena ketampanannya, meskipun tidak terlalu pintar dan juga emosian. Seokjin diam diam mengagumi bahkan menyukai murid pindahan di kelasnya yang bernama Jeon Jung Kook, karena kepin...
![Love In Silence [JinKook]](https://img.wattpad.com/cover/345395173-64-k724664.jpg)