Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Skizofrenia yang Becky derita semakin parah, ditambah lagi, diaknosa baru yang terjadi padanya. "
"Apa dokter? Becky kami tidak apa-apa kan?"
"Ada prilaku yang merujuk ke sikap negatif dari suatu gejala pak. "
"Dok?"
" dissociative identity disorder (DID) yang kita kenal dengan Alter ego, Becky menjadikan dirinya pada masing-masing peran, yang kami tangkap dari observasi yang dilakukan, ada 3 peran yang muncul, 1 peran berlaku untuk orang yang dia cintai, bernama Freen, kedua peran yang berlaku sebagai saingannya yang sering sekali Becky panggil dengan Pat, dan satu lagi ada satu-satunya prilaku baik yang Becky ciptakan, yaitu Bi Nan. "
Ganendra menutup mulutnya tidak percaya, Ia tidak bisa membayangkan seberisik apa isi kepala Becky selama ini, bagaimana sulitnya seseorang hidup dengan mengidap skizofrenia, bagaimana sulitnya gadis itu membandingkan mana sebuah kenyataan yang benar-benar terjadi dengan halusinasi.
"Alter ego lebih berbahaya dok?"
"Keduanya bahkan sangat berbahaya untuk Becky pak, pasalnya Becky sudah menyakiti dirinya sendiri, peran yang Ia ciptakan merupakan peran antagonis yang bisa saja membunuhnya tanpa Ia ketahui, sebenarnya alter ego ini bisa saja tidak berbahaya jika Becky bisa mengendalikannya, namun Becky juga memiliki skizofrenia yang membuatnya sulit untuk memilah dan mengendalikan dirinya sendiri. " Ujarnya.
"Dengan berat hati saya harus mengatakan ini, Becky harus dirawat di rumah sakit jiwa lagi pak. "
Perasaan ayah mana yang tidak hancur mendengar semua kenyataan pilu yang sang anak derita, ini bukan untuk yang pertama baginya, sang istri juga meninggal karena skizofrenia, Becky juga menderita penyakit yang sama dengan sang mama, namun entah apa yang Ia lakukan di masa lalu ketika kenyataan menghukumnya begitu berat.
Kaki itu tak lagi mampu menopang berat tubuhnya, Ganedra menjatuhkan dirinya ke lantai, tatapannya mulai kosong, air mata yang mendadak jatuh tanpa Ia sadari, Ia tidak bisa membayangkan bagaimana sulitnya menjadi Becky, bagaimana hidup dengan kepala yang berisik, bagaimana menjalani hari dengan semua kebisingan yang ada di dalam halusinasinya, bagaimana sulitnya Ia mengendalikan dirinya dengan "seseorang" yang dirinya ciptakan sendiri.
"Kami akan membuatkan rujukan kembali ke Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan, dan Becky akan ditangani oleh dokter khusus di sana. "
"Baik dokter. " Luna tersenyum canggung, walaupun Becky anak sambungnya, namun Luna menyayangi Becky layaknya seperti menyayangi Richie, tidak pernah Ia bedakan, bagaimana gadis itu harus merasa cukup dan aman jika bersamanya, karena apa yang Ganendra bawa, itu akan menjadi harta berharga juga untuknya, seumur hidup.
Tubuh lemah itu Ia topang kuat, Luna tau bagaimana Ganendra menjaga Becky selama ini, penghianatan yang berujung kehilangan, Ganendra merasakan dengan sangat, beruntung Mereka dipertemukan, setidaknya untuk kisah ini, Luna bisa menjadi obat untuk lelaki malang itu.