Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Gak semuanya bisa kamu dapetin Freen. "
Suara lantang memekik terdengar di telinga, Becky bangun dengan susah payah, menyeret langkahnya, melihat bagaimana dua kepala sekeras batu itu saling menghantam keras persepsi masing-masing.
Air matanya mengalir tanpa aba-aba, bagaimana Freen memeluk wanita yang menangis di hadapannya, semua ucapan lembut yang terdengar tenang, elusan yang mampu membuat emosi yang menggebu-gebu itu perlahan berkurang.
Seperti tau bagaimana cara membuat suasana menjadi lebih dingin dari sebelumnya.
"Aku mencintaimu, cukup Kamu, paham gak sih Pat?"
"Kalau gitu bilang sama orang tua kamu, yang harusnya ada itu aku bukan Becky. "
"Kamu tau masalahnya itu apa? tolong sekali lagi ngertiin aku. "
"Berkali-kali Freen, bahkan untuk pergi pun aku udah gak bisa. "
Sekali lagi, pelukan itu terasa begitu nyaman, bagaimana mereka bercerita tentang cintanya dalam rangkulan mesra menenangkan itu, Becky mampu melihat bagaimana besarnya cinta itu bekerja keras untuk kisah mereka.
"Aku hanya mencintaimu, sedari dulu, Becky hanya orang lain yang gak seharusnya ada Pat, Kamu harusnya paham itu. "
"Becky itu adikku Freen. "
"Siapapun dia, jika hanya datang untuk menghancurkan apa yang aku bangun untuk masa depanku, Ia tidak akan pernah punya tempat di hatiku, Becky akan tetap menjadi orang asing Pat. "
Lalu, bagaimana Ia harus menggambarkan rasa sakitnya saat suara itu lantang berbicara?, bagaimana Ia harus berdiri setelah ini saat semua peluru itu menembus ulu hatinya.
"Bec.. Becky, "
Pat melihatnya, bagaimana Ia terluka, bagaimana rasa sakit itu membalutnya erat.
"Seharusnya Aku tidak pernah ada kan Kak?"
"Bec. "
"Tidak semua hal tentang Aku kan Kak? maaf mungkin selama ini Aku adalah orang yang membuat Kakak kehilangan segalanya, tapi apa harus ini balasannya kak?"
"Becky, Kamu ngomong apa sih?"
"Aku cuma mencintainya, Aku cuma mencoba mencari bahagiaku sendiri tanpa merebut apapun, tapi nyatanya, aku hanya seorang yang tidak pernah diharapkan kehadirannya. "
Ia tersenyum, bahkan Becky bingung bagaimana lagi menjelaskan rasa sakitnya, karena saat ini Ia sudah tidak lagi mampu merasakan hatinya sendiri.
"Kenapa kamu tidak melepaskan saya Becky?"
"Kakak bahkan bebas untuk pergi, kenapa tidak melakukannya?"
Freen terdiam, saat satu-satunya masalah ada pada dirinya, Ia kehilangan jawaban atas pertanyaan yang nyatanya hanya sederhana namun rumit untuk dijawab.