Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
FLO POV.
Kadang ada banyak hal yang tidak mampu dimengerti dengan jelas, ada beberapa ucap yang tidak bisa Ia bicarakan, bahkan mengerti diri sendiri juga sulit, tidak semua orang punya orang baik untuk mendengar, tidak juga semua cerita sedih mendapatkan perhatian, banyak dari mereka malas untuk terbebani dengan semua masalah yang berisik di kepala.
Aku melihatnya begitu jelas, Becky berusaha bangkit dengan menggunakan kakinya sendiri, walaupun banyak sekali kaca yang pecah di hadapannya, tidak menginginkan bantuan siapapun, tidak menggunakan apapun, hanya dirinya.
Ia terlalu hancur, entah karena apa, Ia tidak pernah disakiti kecuali perceraian orang tuanya, tapi tidak ada anak yang baik-baik saja, apa lagi setelahnya Ia tau yang melakukan penghianatan itu adalah seorang Ibu yang menjadi panutannya.
"Korban broken home itu ngeri ya dokter. "
"Hmm, harus dipantau terus, ada banyak luka yang bahkan dia sendiri bingung itu apa, "
"Iya, kasihan anak-anak yang menjadi korbannya, kalau kayak Becky gini gimana dong. "
Namun harus menyalahkan siapa?, jika cinta yang hilang, tidak ada hal yang bisa mereka paksakan dalam pernikahan.
"Saya mau ke Becky sebentar, kayaknya kelas melukisnya udah mulai. "
"Semangat modusnya dok. "
Heng akan selalu bisa membuat ku jengah, namun tidak sepenuhnya salah, aku akan melakukan apapun untuk itu semua, mendekatinya.
Langkahku pasti, Ia tidak menyadari aku berada tepat di sebelahnya, kali ini Ia terlihat baik-baik saja, tidak ada tekanan apapun yang akan mempengaruhi isi kepalanya.
Namun aku tidak mendengarnya, berusaha menyiapkan semua warna yang Becky inginkan, meletakkannya di meja yang ada di sebelah kami.
Senyum itu, Ia terlihat menawan, wajahnya bersih, tak seperti beberapa hari yang lalu, saat lebam itu membuat sekujur wajahnya membiru.
Dua bulan bersama, Becky tidak lagi sering menyakiti dirinya, pihak rumah sakit memberikan terapi berupa kegiatan seni yang akan mengalihkan perhatian mereka.
"Dok. "
"Iya?"
"Kalau aku berubah menjadi orang lain, jangan tinggalin aku sama dia ya. "