Don't forget to follow my account
Tiktok: im_anna80
Instagram: kim_annaya80
Wp: krsnazhra
Nanggala putra Adiwijaya
Happy reading
Suara kicauan burung dari pohon besar terdengar seperti nyanyian pengantar tidur bagi seorang cowok yang terlelap di bawahnya. Terik sinar matahari tidak terlalu mengganggunya; satu tangannya menutupi wajah, menghalangi cahaya yang jatuh tepat di matanya.
Hembusan angin membuat beberapa helai rambut hitamnya bergerak ke sana-kemari. Kaki panjangnya sudah mengambil alih sebagian bangku panjang itu. Hingga akhirnya suara bel pulang terdengar samar di telinganya.
Dengan malas ia membuka kedua mata. Sorot kecokelatan itu perlahan menampakkan diri. Sempurna—itulah satu kata yang bisa menggambarkannya. Tubuh tinggi yang bahkan sudah terlihat dari posisi tidurnya, ditambah wajah rupawan yang dimilikinya. Siapa pun pasti betah memandangnya lama-lama.
"Woy, Gal!"
Teriakan cowok bernama Sangkara itu membuatnya menoleh.
"Hm."
Sangkara berdecak lalu menghampiri cowok tersebut. "Lo bener-bener, ya! Bukannya belajar, malah enak-enakan tidur di sini."
"Berisik kayak cewek, lo."
Mata Sangkara langsung melotot saat mendengar suara serak milik Nanggala Putra Adiwijaya itu.
"Ah, bodo amat. Lo mau pulang nggak? Gue sama anak-anak mau nongkrong. Kalau mau ikut, langsung ke tempat biasa aja."
"Males."
"Terserah lo, gue duluan," pamitnya.
Nanggala hanya mengangguk sambil berusaha mengumpulkan kesadarannya yang belum sepenuhnya pulih dari kantuk.
Langkah Sangkara sempat terhenti saat ia teringat sesuatu. Ia berbalik dan melihat Nanggala yang masih mengusap wajahnya. Entah kenapa, gerakan sederhana itu tetap terlihat keren jika diperhatikan lebih lama.
Nanggala mengusap wajah sambil mengucek matanya. Merasa diperhatikan, ia menoleh dan mendapati Sangkara menatapnya dengan ekspresi sedikit terbengong seolah sedang melamun tanpa alasan yang jelas.
"Ngapain ngeliatin gue kayak gitu?" tegur Nanggala, membuat Sangkara menggeleng pelan.
"Enggak ada," sahutnya sambil menggaruk kepala yang tidak gatal. "Gue cuma mau bilang, Galang tadi nyariin lo."
Kening Nanggala mengernyit bingung. "Ada apa?"
Sangkara mengangkat bahu acuh. "Kangen kali sama lo," tawanya, terdengar jelas seperti meledek.
Nanggala melempar ranting kayu yang ada di dekatnya, membuat tawa Sangkara semakin nyaring sementara tubuhnya kian menjauh. Entah di mana letak lucunya—bagi Nanggala, ucapan Sangkara sama sekali tidak mengandung hal yang bisa ditertawakan.
Sejak bel pulang berbunyi, sekolah sudah terlihat sepi. Hanya beberapa murid yang masih berada di area sekolah. Langkah kaki Nanggala membawanya menuju ruangan tempat kelasnya berada untuk mengambil tas yang tertinggal.
Sementara di sebuah kelas, dua gadis terlihat sedang membersihkan ruangan yang tampak kotor. Keduanya sengaja piket setelah pulang sekolah karena besok adalah jadwal piket mereka.
"Her, lo denger gosip terbaru nggak?" tanya gadis bernama Kivana Kejora itu pada sahabatnya yang sedang memungut sampah.
"Gosip apaan, dah?" balas Hera sambil memasukkan sampah ke tempatnya yang berada di tengah mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
NANGGALA
Fiksi RemajaDi jadohin sama cowok yang memiliki rumor gay padahal aslinya brutal. Hati Halera seperti dibuat ganjang- ganjing, saat berhadapan langsung dengan cowok gila, seperti Nanggala Putra Adiwijaya. *** Nanggala dengan segala rumor nya, keturunan Adiwija...
