Don't forget to follow my account
Tiktok: im_anna80
Instagram: kim_annaya80
Wp:krsnazhra
***
"hmm, cantik banget sih."
Hera melotot begitu tangan Nanggala ingin membelai wajahnya. Ia benar-benar benci melihat tingkah laku gila Nanggala.
"Bajingan!!"
"Yes, I am." bisiknya sambil tersenyum.
Hera memberontak membuat Nanggala kesal. Bahkan gadis itu sudah memukul dadanya dengan kencang.
"Shh, jangan terus memberontak sayang!"
"Lepasin gue bajingan!"
Nanggala menggeleng lalu mengeratkan pelukannya. "Gue butuh obat gue sebentar Halera jangan gerak-gerak."
"Gila lo.". maki Hera.
"gue bukan obat lo." Hera marah lalu kembali melayangkan pukulan, namun lelaki tersebut malah mencengkram erat tangannya. Hera meringis pelan sambil terus melepaskan tangannya. "Nanggala!"
"Diam!"
Hera diam lalu pandangannya keduanya saling terkunci satu sama lain. Napasnya tak beraturan akibat terlalu banyak mengeluarkan tenaga. Belum lagi cengkeraman Nanggala pada tangannya menguat. Sebiasa mungkin ia menahan ringisan.
Melihat sang gadis sudah merasa tenang Nanggala mulai melepas cengkeramannya. Lalu mengusap kepala Hera dengan lembut. Ia mengecup bibir Hera dengan santai membuat gadis itu terkesiap. Melihat Hera kembali memberontak Nanggala kembali memeluk tubuh gadis tersebut.
"I love you, I love you so much, Halera." bisik Nanggala membuat Hera muak.
Cinta Nanggala itu sama seperti virus, mematikan. Dan Hera tidak mau dicintai seperti Nanggala. Ia tidak bodoh ada sorot obsesi di mata lelaki tersebut.
"Gue mau pulang lepasin gue!"
"Gue anterin tapi nanti." Nanggala membalas sambil mengecup telinga Hera.
"Lo melanggar perjanjian Nanggala. Lo melanggar perjanjian itu." seru Hera. "Lo gak boleh ketemu gue selama seminggu tapi apa yang lo lakuin sekarang. Lo melanggarnya."
Nanggala mendengus lalu tak lama kemudian tersenyum. "Gue gak bisa tanpa lo sayang. Gue bisa gila," katanya.
"Lo emang udah gila. Lepasin gue! Gue gak mau berurusan sama orang gila." maki Hera tak lagi peduli dengan perasaan lelaki itu.
Namun bukannya marah Nanggala justru terkekeh. Ia merasa Halera--nya sudah kembali seperti semula. Tidak ada raut ketakutan di wajah cantik tersebut. Justru Hera tampak sangat membencinya. Nanggala tersenyum miring, melihat keberanian Hera membuat tekadnya bulat untuk segera memiliki seluruh tubuh, hati, dan pikiran Hera.
"Sutt, jangan teriak-teriak nanti ada yang denger sayang."
"Arghh, lo gak dengar yaa? Lepasin Nanggala!" Lalu satu tamparan keras mendarat di pipi kiri Nanggala.
Keduanya terdiam. Suasana hening membuat napas keduanya terdengar ditelinga masing-masing. Hera yang baru saja menampar Nanggala terkejut bukan main. Gadis itu bahkan menutup mulutnya tak percaya. Sementara, Nanggala diam tanpa menimbulkan ekspresi berlebihan.
"Gue lebih suka bibir lo, Halera bukan tangan lo." ujar Nanggala membuat Hera kembali mode on. Kesal sekali sama orang gila ini.
Hera sungguh tidak menyesal menampar wajah tampan Nanggala barusan, justru yang ada ia ingin kembali melayangkan tamparan untuk kedua kalinya. Namun urung karena yang lebih penting saat ini adalah terlepas dari pelukan Nanggala.
KAMU SEDANG MEMBACA
NANGGALA
Fiksi RemajaDi jadohin sama cowok yang memiliki rumor gay padahal aslinya brutal. Hati Halera seperti dibuat ganjang- ganjing, saat berhadapan langsung dengan cowok gila, seperti Nanggala Putra Adiwijaya. *** Nanggala dengan segala rumor nya, keturunan Adiwija...
