My account
Tiktok: @im_anna80
Wp: krsnazhra
Happy reading
"Mereka kenapa sih pake berantem segala gitu! Lo lihat, Her. Kalo diperhatikan baik-baik mereka tuh kayak sepasang kekasih yang berantem tapi mereka versi cowok. Kalo biasanya kita melihat cewek-cowok berantem. Nah, sekarang kita lihat cowok-cowok berantemnya gara-gara cowok juga nih pastinya gak mungkin karena cewek, iya gak?"
Hera memutar bola mata, tapi enggak membalas apapun. Gadis itu diam sambil memperlihatkan lebih jeli apa yang diributkan kedua cowok tersebut.
Walaupun tidak kedengaran apa yang mereka ributkan karena mereka berdua berada di kantin bagian atas. Sementara, Nanggala dan Farez berada dibawah, tepatnya lapangan sekolah.
"Tuh, si Galang tiba-tiba datang." seru Kiva heboh seakan asumsi gadis itu katakan tadi benar seratus persen.
"Tapi kok Sangkara nggak keliatan ya? Biasanya mereka berempat tuh nggak pisah setahu gue. Ke toilet aja mereka selalu barengan...eh Anjir." kaget Kiva saat bahunya di pukul kencang.
"Mending kita ke kelas!"
"Gue belum selesai lihat pertandingan Farez lawan Nanggala. " ucap gadis itu tak terima.
Hera menghela nafas, "Mau lihat apa? Udah bubar dari tadi juga."
Hera sedikit terdorong oleh kelakuan Kiva barusan. Benar-benar ya temannya itu. Dan benar saja acara pertunjukan sudah selesai. Kiva merenggut tak suka. Apa lagi dia belum mengambil satupun video untuk dijadikan bahan gosipnya.
"Gue belum ambil video masa udah kelar."
Hera berdecak sebal, "Jangan kebanyakan nyebar gosip lo. Lagian belum tentu itu benar."
Temannya yang ini memang suka bergosip. Tanya saja pada Kiva jika ingin tahu rahasia anak-anak SMAnya. Bahkan, para pengosip seperti mereka memiliki grup khusus yang isinya gosip semua.
"Ayo buruan! Bel bentar lagi bunyi lho." Seru Hera lagi.
Walaupun berat Kiva mau tidak mau mengikuti langkah Hera. Sesampainya dikelas kursi milik Nanggala masih kosong. Sepertinya cowok itu membolos seperti biasa.
"Her, kursi Nanggala kosong." bisik Kiva.
Hera diam tanpa merespon. Sepertinya, lebih baik ia merahasiakan hubungannya dari pada akan di jadikan bahan gibahan oleh Kiva. Cewek pencinta gosip seperti Kiva itu tidak memungkiri akan menjual gosipnya suatu hari nanti. Bukannya tidak percaya hanya saja ia masih ingin pergi sekolah dengan tenang.
Hera tersentak kaget saat tangannya disentuh. "Kenapa?" tanyanya menoleh ke bangku seberang.
Dahi Kiva mengernyit heran. Kenapa apanya? Padahal ia tadi cuma memberitahu pada Hera bahwa kursi Nanggala kosong tapi sekarang cowok tersebut sudah duduk dengan tenang di kursinya. Lalu, kenapa sahabatnya itu baru bertanya setelah beberapa menit berlalu.
"Maksud lo?" tanya Kiva balik.
"Lo nyentuh tangan gue kenapa?"
Kiva bengong untuk beberapa saja. "Gue nggak nyentuh tangan lo sejak tadi gue nulis nih." sahutnya kemudian.
Hera melihat kedua tangan gadis itu berada dibuku. Keningnya mengerut bingung. Lalu yang menyentuh tangannya tadi siapa? Apakah ia berhalusinasi.
"Tangan lo di sentuh?" tanya Kiva lagi dan dijawab anggukan oleh Hera. "Nanggala kali."
"Kok dia?" tanya Hera bingung sekian kalinya. "Apa hubungannya coba."
Kiva menoleh ke arah kursi paling ujung di barisan Hera. Membuat kode untuk Hera mengikuti pandangannya, Hera pun menoleh kebelakang. Terlihat Nanggala sudah tertidur dengan tenang di pojok sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
NANGGALA
Fiksi RemajaDi jadohin sama cowok yang memiliki rumor gay padahal aslinya brutal. Hati Halera seperti dibuat ganjang- ganjing, saat berhadapan langsung dengan cowok gila, seperti Nanggala Putra Adiwijaya. *** Nanggala dengan segala rumor nya, keturunan Adiwija...
