Chapter 20

46K 1.1K 171
                                        

"Cewek gila

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Cewek gila." maki Neza pada Virly yang kini duduk di samping Nangala. Setelah menyaksikan kenekatan Virly tadi membuat Neza bosan. Neza ikut kumpul juga karena paksaan cewek itu.

"Bosan?"

Neza menoleh begitu mendengar suara cowok disampingnya. Galang? Cowok itu bertanya padanya? Tapi arah pandang Galang malah terpaku pada dua orang di depan cowok itu bukan padanya.

"Lo ngomong sama gue?"

Galang barulah menoleh. "Hmm," Jawabnya.

"Enggak tuh."

Mendengar jawaban cewek di sampingnya Galang diam tak lagi bersuara. Ternyata mendekati cewek tidak segampang itu. Ah sudahlah Galang memang tidak bakat soal mendekati.

"Nanggala kepala gue pusing." rengek Virly sambil menyandarkan kepalanya pada bahu Nanggala. "Sumpah gue mau muntah."

Nanggala mendorong kepala Virly itu cepat membuat tubuh gadis itu terbentur ke sisi sofa. Virly meringis pelan dan gagal sudah modusnya.

"Jauh-jauh dari gue!" kata Nanggala begitu melihat Virly mendekatinya.

"Ihh, Gala kepala gue pusing. Gue butuh sandaran."

"Noh, sama Farez!"

Virly mengikuti arah pandang Nanggala. Ia berdecih begitu pandangnya bertemu dengan Farez. Cowok itu bagikan predator yang siap mencincang tubuh saat ini juga. Virly sudah dari dulu tidak suka pada Farez karena gosip cowok itu sebagai pasangan Nanggala.

"Gue mau sandaran sama lo."

"Jalang." umpat Farez.

"Nanggala juga brengsek." sahut Sangkara sambil menggoyangkan minuman. Sejak tadi Sangkara belum minum sedikit pun. "Gue merasa Nanggala agak beda malam ini. Bayangin aja dari dulu dia gak suka didekati cewek tiba-tiba malah nempel kayak getah gitu."

"Frustasi kali di kasih tantangan sama Om Ganesha. Satu Minggu tanpa Hera buat dia nekat gini." balas Galang.

Neza yang mendengar pembicaraan cowok-cowok didekatnya seolah tuli. Ia kembali membaca buku dengan fokus tanpa memperdulikan siapapun termasuk Virly.

"Dih, bukan Nanggala banget." komentar Sangkara. "Gue tahu Nanggala bisa aja melanggar aturan Om Ganesha."

Farez meneguk minumannya membuat aliran tenggorokan terasa terbakar sampai ke perut. "Kenapa gak melanggar aturan Om Ganesha saja dari pada ke sini? Gue muak liat muka songong tuh cewek." ucap Farez panjang.

"Biarin aja."

"VIRR...!" sentak Nanggala membuat Virly memundurkan wajahnya. Nanggala mengeram marah saat tangan cewek itu menyentuh selangkangan nya. Benar-benar sial, ingin sekali ia mematahkan tangan gadis itu namun urung saat dibalik celananya kian menenggang.

Farez, Sangkara, Galang dan Neza keempat remaja tersebut mengernyit heran begitu melihat kemarahan Nanggala.

"Fuck." umpat Nanggala sambil menyambar ponsel dan kunci mobil lalu melenggang pergi meninggalkan teman-temannya.

NANGGALATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang