Chapter 36

16.8K 703 259
                                        

Target part ini 700 vote + 200 komentar + 20 followers, yang baca tuh banyak ya masa kagak terpenuhi targetnya (hilang semngat yaw💅)

Yang mau cepat cepat aku up, silahkan vote

***

Selamat membaca

Suara toa Sma Rajawali menggema sekali lagi, lebih jelas dan lebih mematikan. Seperti tidak sabaran untuk menghukum sang pembuat masalah. Belum lagi bisik-bisik para siswa yang tak berhenti membicarakan mereka.

"Sekali lagi kepada Farez Abinata dan Virly Maharani, dimohon segera menuju ruang kepala sekolah, segera!"

Nanggala tertawa pelan. Tawa rendah yang membuat bulu kuduk berdiri. Ia tidak suka satu sekolah sama orang-orang yang sudah membuatnya berantem sama sang istri. Nanggala ingin Farez dan Virly pergi dari SMA Rajawali. Tidak peduli ujian kelulusan sebentar lagi diadakan.

"Lo yang sebar video itu?" tanya Farez pada Nanggala .

Nanggala yang mendengar pertanyaan dari mantan sahabatnya itu pun mendengus. Pertanyaan bodoh. Jelas Nanggala menyebar nya, lagian ia tidak suka memendam amarahnya.

Nanggala melangkah mendekat, berhenti tepat didepan Farez. Jarak mereka begitu dekat, penuh ancaman yang tak perlu diucapkan.

"Menurut lo? Gue kira lo lebih pintar tapi ternyata begonya keliatan."

Farez ingin membalas perkataan Nanggala, namun lagi-lagi suara toa kembali terdengar. Ia langsung pergi begitu saja meninggalkan Nanggala yang masih menatap mereka tajam. Virly yang ditinggal langsung mengikuti langkah Farez. Gadis itu berlari mengejar Farez yang sudah duluan meninggalkannya.

"Selamat tinggal mantan sahabat." ucap Nanggala sambil tersenyum lebar.

Farez berjalan dengan santai, namun mampu membuat Virly sedikit berlari untuk menyamakan langkah keduanya.

"F-farez gue takut." bisik Virly mengikuti langkah kaki Farez yang terasa cepat itu.

"Kalau lo takut Nanggala bakalan lebih kejam lagi, Virly Maharani." balas Farez membuat gadis itu mendengus.

"Nanggala benar benar kejam, dia kayaknya dendam banget sama kita."

Farez mendengus, sudah tahu Nanggala orangnya kejam, tapi masih saja mau berurusan dengan Nanggala.

"Bego." balas Farez membuat gadis itu berdecih tidak suka dikatain.

"Jangan sok ngatain gue. Lo juga bego." balasnya tidak terima. Ketara sekali Virly ingin memukul cowok didepan itu.

Farez berhenti mendadak membuat Virly menabrak tubuhnya. Gadis itu mengusap keningnya dengan kasar, lalu menatap Farez dengan tajam.

"Dengar, Virly Maharani! Lo harus jawab sesuai apa yang tadi gue bilang, lo cuma ada dua pilihan." ucap Farez pelan. "Keputusan ada ditangan lo." lanjutnya.

"Gue ingat gak perlu diingetin." balas Virly emosi. Ia benar-benar membenci sosok Farez.

Langkah keduanya mulai melambat saat ruangan kepala sekolah tinggal beberapa langkah. Farez dan Virly saling pandang lalu memutuskan masuk bersama. Ruangan mendadak terasa sempit. Udara seolah membeku.

NANGGALATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang