Chapter 22

38.9K 1K 131
                                        

Don't forget to follow my account
Tiktok: im_anna80
Instagram: kim_annaya80
Wp:krsnazhra

***

Flashback

Nanggala mengusap pipi Hera seraya tersenyum. Gadis dalam pelukannya terlihat nyenyak tidurnya. Cantik, selalu cantik di mata Nanggala.

"So cute." gumamnya.

Atensi lelaki itu teralihkan begitu ponsel Hera berbunyi. Dahinya mengerut, siapa yang mengirim pesan pada tunangannya bertubi-tubi seperti itu. Karena penasaran Nanggala melepaskan pelukannya dengan hati-hati takut Hera terbangun.

Nanggala mengambil ponselnya Hera yang didalam tas gadis itu. Pelan namun pasti resleting tas itu terbuka. Ponsel Hera menggunakan kunci sidik jari, Nanggala menoleh kearah di mana sang pemilik ponsel masih tertidur.

Melihat Hera tertidur nyenyak Nanggala mulai mendekat lalu meletakkan jari telunjuk gadis itu di layar ponsel. Tak lama kemudian layar kuncinya terbuka. Merasa telah berhasil Nanggala menjauh, dapur adalah tujuannya saat ini.

"Kivana." gumamnya.

Wajah Nanggala berubah datar begitu melihat isi pesan Kiva. Rupanya ada kehebohan saat ini.

Kivaa
Her, lo harus liat gosip terbaru, anjir woy laki lo di embet nenek lampir. Mau liat gak?

Kivaa
Cuyy, sombong amat mentang-mentang balik duluan. Gue kirim aja deh nanti kalau udh baikkn tolong bls ya tuan putri 🙏

Kivaa
Send a picture
Nih liat jangan sampai lo serangan jantung liat kelakuan laki lo hehe

Nanggala tersenyum sinis melihat fotonya dan Virly sedang ciuman. Melihat fotonya dan Virly sepertinya orang yang mengambil foto itu duduk tak jauh dari mereka. Nanggala meneliti dengan pelan sambil mengingat posisi duduk teman-temannya.

Farez? Cowok itu duduk tak jauh darinya bahkan kemungkinan besar Farez lah yang mengabadikan kejadian ini karena melihat sudut pengambilan gambar ini hanya Farez yang duduk dekat ujung meja. Tapi, kenapa? Kenapa Farez berbuat demikian.

Nanggala menghapus isi pesan yang dikirim Kiva tanpa meninggalkan jejak sedikitpun sebelum itu foto tersebut sudah ia teruskan ke nomornya sendiri. Saat ini adalah mencari pelaku, dan target pertamanya adalah Farez Abinata.

***

"Eh, den Gala cari tuan muda Farez ya?" tanya salah satu pembantu rumah Farez yang tidak Nanggala tahu siapa namanya.

Nanggala hanya mengangguk seraya memainkan ponselnya memberitahu Farez segera turun. Dan tak lama kemudian lelaki itu turun dengan dahi mengerut.

"Tumben." Farez bergumam pelan.

Nanggala tersenyum sinis begitu melihat wajah tak berdosa Farez padanya. "Lo punya masalah sama gue?"

"Apa?"

"Tuli lo sekarang?" tanya Nanggala membuat Farez heran.

Farez duduk di sofa sambil menyilangkan kedua tangannya. Melihat wajah Nanggala didepannya membuat Farez kepikiran. Ada gerangan apa sehingga membuat sahabatnya ini seperti ingin membunuhnya saat ini juga.

NANGGALATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang