Untuk part ini 600 vote +250 komen, btw kalau cepat terpenuhi aku bakalan up cepat (jngn cepat cepat ya aku mau hilang bentar)
AU Nanggala--Halera udah bisa kalian baca ya
kalian bisa baca di Tiktok atau Instagram, bebas
Jangan lupa follow akun ini
Tiktok: im_anna80
Instagram: kim_annaya80 (link di bio)
Wattpad: krsnazhra
Selamat membaca
***
Kacau.
Kali ini perasaan Hera benar-benar kacau setelah sadar akan kejadian malam tadi. Benar-benar membuatnya tidak bisa berkata-kata lagi selain memaki. Seluruh tubuhnya bahkan remuk redam. Pegal sana sini belum lagi selangkangannya yang nyeri.
Air mata Hera kembali mengalir saat melihat pelaku utama sedangkan tertidur nyenyak di sampingnya. Hera masih ingat bagaimana brutal nya Nanggala malam tadi. Tidak memberinya waktu untuk bernapas normal. Nanggala bahkan berkali-kali melakukannya hampir membuatnya pingsan atau mungkin ia pingsan semalam.
Tidak cukup sampai disitu, Nanggala bahkan kembali memaksanya saat menjelang subuh. Benar-benar tidak berperasaan. Cara licik Nanggala benar-benar membuatnya muak. Sialnya, ia tidak bisa berkutik gara-gara obat perangsang sialan itu.
Dengan sisa tenaga yang nyaris habis, Hera memaksa dirinya bangkit. Kakinya gemetar saat menapak lantai, setiap langkah terasa seperti menarik seluruh beban tubuhnya sendiri. Ia berjalan tertatih menuju kamar mandi, berharap air dingin atau sekadar dinding untuk bersandar bisa memberinya sedikit kelegaan. Namun harapan itu runtuh bersama ringisan yang akhirnya lolos dari bibirnya-suara yang sejak tadi ia tahan, seolah mengaku kalah pada rasa sakit yang menggerogoti.
Belum sempat jarinya menyentuh knop pintu, lututnya melemah. Tubuhnya luruh begitu saja, jatuh menghantam lantai yang dingin tanpa perlawanan. Dingin keramik merambat ke kulitnya, menusuk hingga ke tulang, tetapi bahkan itu tak mampu mengalahkan perih yang berdenyut di dalam dirinya. Hera terdiam di sana, terisak dalam sunyi, sementara air mata kembali mengalir tanpa bisa ia cegah-jatuh satu per satu, seolah ikut runtuh bersama sisa kekuatan yang masih ia genggam.
Tangisan Hera rupanya membangunkan Nanggala. Laki-laki itu menggeliat pelan sebelum akhirnya menoleh ke arah sumber suara. Matanya menyipit, berusaha menyesuaikan diri dengan gelap, hingga sosok Hera yang terduduk lemah di ambang pintu kamar mandi tertangkap jelas dalam pandangannya. Seketika itu juga ia bangkit.
"Halera," panggil Nanggala panik sembari melangkah mendekat.
Hera menoleh sekilas, lalu buru-buru memalingkan wajahnya. Ada luka yang terlalu dalam untuk sekadar menatap laki-laki di hadapannya itu.
Tanpa menunggu jawaban, Nanggala membungkuk dan mengangkat tubuh Hera ke dalam gendongannya. Gerakannya tegas, nyaris tak memberi ruang untuk penolakan. Ia membawa Hera masuk ke kamar mandi.
"Gue mandiin," ucapnya singkat.
"Gak perlu. Gue bisa sendiri," tolak Hera cepat, suaranya parau dan lemah.
Namun Nanggala seolah tak mendengar. Ia menurunkan Hera perlahan di tepi bathtub, lalu berbalik membuka keran air panas. Suara gemericik air memenuhi ruangan, kontras dengan keheningan canggung di antara mereka, lebih tepatnya, Hera. Sungguh ia malu sekali melihat tubuhnya tanpa penghalang apapun dilihat oleh Nanggala. Uap tipis mulai naik, membawa hangat yang perlahan mengusir dingin malam.
Saat air telah cukup, Nanggala kembali mengangkat tubuh Hera dan mendudukkannya ke dalam bathtub. Hera terpaksa pasrah ketika tangannya tak lagi memiliki cukup tenaga untuk mendorong atau sekadar menolak. Tubuhnya terlalu lelah, terlalu rapuh untuk melakukan perlawanan. Sementara, Nanggala bergumam tidak jelas saat melihat tubuh sang wanita yang sudah resmi jadi miliknya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
NANGGALA
Fiksi RemajaDi jadohin sama cowok yang memiliki rumor gay padahal aslinya brutal. Hati Halera seperti dibuat ganjang- ganjing, saat berhadapan langsung dengan cowok gila, seperti Nanggala Putra Adiwijaya. *** Nanggala dengan segala rumor nya, keturunan Adiwija...
