03 › Memerintahkan.

1.1K 141 9
                                        

"Hhh, aku stres.."

Awali pagi dengan sebuah keluhan, Ya, Renjun mengeluh untuk kesekian kalinya dalam kurun waktu dua hari, bahkan saat dirinya terbangun dari tidurnya langsung menghela nafas frustasi sebab mengingat kenyataan bahwa dirinya sedang dalam perkara yang cukup merugikan dirinya.

Duduk di kursi meja makan, Renjun mengaduk tanpa minat gelas berisi susu putih yang menjadi menu sarapannya pagi ini, ia mulai kembali berpikir keras mencari jalan keluar dari masalahnya meskipun pada akhirnya sia-sia.

Bukannya berniat pasrah menunggu besok, hanya saja Renjun buntu! Hei, berpikirlah, bayangkan jika kalian berada di posisi Renjun yang merupakan orang dari kalangan biasa yang tiba-tiba mendapatkan masalah dengan orang kelas atas seperti Jung Sungchan yang seperti tidak memiliki pemikiran masuk akal karena memberikan Renjun waktu tiga hari untuk mengumpulkan uang sebesar dua puluh lima juta won, Isn't that impossible? Unless the person asked to do that is someone from the upper class.

Helaan nafas terdengar lagi, Looking for debt? Tidak, hutang dilunasi dengan hutang itu akan semakin rumit dan Renjun tidak ingin mengalami kesusahan berkelanjutan. Melarikan diri? Tidak juga, Renjun sama saja menjadi pengecut karena lari dari tanggung jawab. Menyerah? Tidak! Itu jelas tidak akan dilakukan Renjun sekalipun ia benar-benar merasa putus asa bahkan tertekan.

Setelah meminum habis susunya, Renjun mencuci gelasnya itu sebelum beranjak menuju ruang tamuㅡMencari lowongan pekerjaan melalui koran atau internet. Namun, tepat ketika Renjun mendudukkan dirinya di sofa yang usianya sekitar sudah dua puluh tahun itu, ponsel miliknya yang tergeletak di atas meja ruang tamu itu berdering dengan menampilkan nomor yang bahkan baru kemarin menghubunginya.

Pria Jung, lagi.

Renjun mendesis kesal, mau tidak mau, ia mengangkat panggilan ituㅡBarangkali pria Jung itu merubah kesepakatan kan?

"Haloㅡ"

"Bagaimana?"

Nada meremehkan, Renjun sadar.

"Sudahkah kau mendapatkan setidaknya enam belas juta won?"

Lagi, nada meremehkan.

"Aku masih memberikan penawaran baik, menyerahlah."

Renjun memejamkan kedua matanya, menarik nafas agar tidak meluapkan emosinya yang kemungkinan akan membuat pria Jung itu semakin menyusahkannya.

"Besok adalah hari terakhirmu dan penawaran baikku tidak akan berlaku setelah ini, Huáng Rénjùn."

Menyerah?

"Kenapa kau melakukan hal seperti ini padaku, Jung Sungchan?" Tanya Renjun yang sudah hopeless.

Tidak ada balasan langsung, Renjun sempat berniat mematikan panggilan itu jika saja tidak terdengar deheman.

"Bertanyalah pada dirimu sendiri, kenapa kau tetap keras kepala menolak tawaran yang aku berikan?" Pria Jung itu memberikan jeda selama beberapa detik, "Semakin kau menolak maka akan semakin sulit pula yang kau alami."

How To Comply?

Ada sekitar lima foto submissive atau perempuan yang ada di meja kerja Jung Sungchan siang ini, Oh.. ini sudah jelas ulah Bubu-nya yang tiba-tiba mendatangi kantor Jung atau lebih tepatnya masuk ke ruang kerja si Bungsu Jung tanpa permisi.

Sungchan menahan kesal, duduk dengan lagak santai di kursi kerjanya dengan pula tatapan malas memperhatikan sang Bubu yang sejak sepuluh menit lalu mengocehkan pujian terhadap lima pihak bawah.

18. How To Comply?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang